Uncategorized

Putih-Putih

​Kakak Denis, tetanggaku punya kelinci. Aku iri padanya. Karena itu, aku minta Ayahku membelikanku kelinci juga.  “Yah, Nanda mau kelinci kayak punya Kak Denis, boleh, Yah?” “Hmmmmm.”  “Dua, Yah?”  “Hmmmm.” “Warna putih, Yah!” “Hmmm. Besok, Ayah belikan.” Ayah mengelus kepalaku.  “Horeeeee! AYAH, terbaik sedunia!”  “Mana sayangnya Nanda, buat Ayah?” Aku sangat senang. Aku cium Ayah.… Continue reading Putih-Putih

fiksi · FlashFiction · Uncategorized

Prompt #103 – NYASAR

Tepat sebulan aku mengikuti pelatihan di salah satu perguruan pencak silat. Malam ini kuikuti pelantikan, sekaligus pemberian slayer, tanda keanggotaan resmi. Ya, bukan pemberian yang diserahkan percuma, melainkan dengan perjuangan. Begitu bocoran dari seniorku. Benar, sejak siang kami berada di-area perkemahan?- Karangsambung, Kebumen. Tempat yang baru kudatangi, suasananya asing. Jauh dari perkampungan. Sejauh mata memandang… Continue reading Prompt #103 – NYASAR

100Kata

#FFKamis – Senasib

Pukul 14.00, Aku sampai di Stasiun Bandung. Tiket tercetak, gegas kumasuk. Suasana ramai sesak. Puncak mudik liburan tahun baru, batinku. Kulirik kanan-kiri mencari kursi kosong. Nihil. Mushola, satu tempat yang terlintas, sekalian Ashar, pikirku. Pukul 15.30, 15 menit sebelum jadwal keretaku berangkat. Masih berjubel orang-orang. Kuhampiri salah satu petugas, menanyakan di jalur berapa kereta yang… Continue reading #FFKamis – Senasib

fiksi · Uncategorized

Waktu Yang Mencengkeram

Mendung di langit Wates masih merundung sedari sore. Di serambi depan, Mas Oke asyik masyuk menyesapembuskan kreteknya ditemani segelas kopi.  Aku yang sedari tadi mengabaikan, coba berani menyapanya. “Mas, hambok istirahat dulu, sudah malam loh.” Diam. Mas Oke hanya menyeruput kopinya, kemudian kembali menyesap kreteknya. “Mikirin mbakyumu? Kamu belum mantep, nikahin aku?” nadaku kesal. Mas… Continue reading Waktu Yang Mencengkeram