#SugestiUntukDirisendiri

image
Facebook

Kamu lagi marah sama seseorang?

Bahkan lagi dendam membara pada teman kamu?
Siapa sih yang bilang di kecewakan itu enak?

*hanya orang legowo yang bisa bilang enak*

Jujur menurut saya itu sangat tidak enak sekali 😀

Hmmmm, tapi apa mau dikata, marah itu wajar. Marah itu ekspresi.

Tapi marah yang berlarut-larut itu juga tidak baik untuk kesehatan.

Marah itu bisa membuat lahir batin tak nyaman. Marah itu bisa jadi beban. Marah itu penyakit. Marah, kuning, hijau di langit yang biru #eh

Kata temenku nih ya, marah itu manusiawi, hukumnya boleh *maaf ini tidak bisa dipertanggungjawabkan* 😀

Kalau mau marah ya marahlah, luapkanlah, lampiaskanlah, daripada dipendam bisa jadi bisul. *Ga enak juga kan bisul-an?*

Nah asalkan setelah marah kita siap malu aja.
Jadi inget quotes-nya Kakek Benjamin Franklin yang gini deh bunyinya

Semua yang dimulai dengan rasa marah,
akan berakhir dengan rasa malu.

Malu menurut analisa ingusan ala gue gini, malu karena sadar hati kita dikuasai syetan. Malu karena ga sadar meledak-ledak hebat sebelumnya kita ndak sadar. Hehe
Eh tapi,
Marah karena di kecewakan itu-pun bisa menjadi pelajaran loh..*ciyusss?*

Misal dari marah kita belajar untuk kita memahami diri kita sendiri, kenapa kita di kecewakan? Apakah kita pernah mengecewakan orang lain?*Mungkin iya*

Ya, pembelajaran tentang koreksi diri gitu. Hehe maaf kalau alur argumen saya tidak jelas.
Mohon maaf juga, ini saya tidak ada maksud untuk menggurui loh ya?

Gini aja deh, marah itu ada manfaatnya tapi sedikit, karena marah justru banyak merugikan kita.

Kayaknya saya pernah denger, orang yang bisa menahan amarahnya adalah orang yang jauh lebih mulia #serius
Kesimpulanya adalah… *eh kesimpulan apa bukan yah? #anggapsajabegitu *
Belajarlah untuk selalu bisa memaafkan
kesalahan orang lain.

Yakin bisa? *ya elah masih nanya lagi*

Ayolah!,
katakan bisa.
Semua orang pasti pernah
salah.
Trus manusia kan juga tempatnya salah.
Dan semua orang pasti pernah dibuat dan
membuat kecewa orang lain.
sekali lagi
katakan “Ya, Aku Bisa Memaafkan
kesalahan orang lain”
*Pasti batin kita lebih tenang*

Kata temen yang lain, Maaf itu adalah obat
paling mujarab. *saya pun setuju*

Terakhir, bisa itu karena
terbiasa, jika sudah terbiasa maka
biasakanlah. Mudah bukan?

SALAM SUPER!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s