Maaf itu gampang2 susah : OTAK dan HATI

Memberi itu jauh lebih baik daripada menerima

Tangan diatas jauh lebih baik daripada tangan dibawah

Udah pada hafal dengan pepatah2 bijak tadi kan?

Semua orang juga pasti bisa mengucapkannya ketika menasihati orang lain dengan kata2 itu…

Tapi merealisasikannya gimana?

Gampang?

Susah?

Biasa aja?

Kalau bagi saya pribadi jujur itu susah. Karena saya berfikir, dia yang salah dia juga yang harusnya minta maaf. Ehmmmm *egois dong*?

Ya, mau gimana lagi jujur aja ya, mungkin hati dan otak saya belum singkron. Hahahaa

Otak saya mampu berfikir dan memaklumi bahwa setiap orang pasti pernah salah. Kita-pun pernah salah. Manusia tempatnya salah juga kan?

Sebenarnya otak saya-pun memerintahkan hati saya untuk ikhlas. Ya sudahlah maafin aja. Atau mungkin orang lain kaya gitu, karena kita-nya juga pernah berbuat gitu juga sama orang lain. Ayolah hati, rendahkan hatimu. Toh, itu buat kamu lebih tentrem dan damai

Tapi HATI tak serta merta bisa menerima. *Dalam nya laut bisa diketahui, dalamnya HATI siapa yang tahu?*

Yaaa, HATI ini berkata lain. Ia menolak persepsi jalan pemikiran OTAK. Hai OTAK, kamu bisa mikir ga sih? Gue itu sakit dan elu ga bakal ngerti, karena elu ga ngerasain sakit ini. Mendingan elu diem deh!

Kemudian, OTAK dan HATI perang dunia. *Cakar2an, jambak2an, saling lempar sepatu*

#Dramatisasi
Setelah mereka lelah mereka-pun berdialog lagi dengan damai

OTAK : Hai HATI, pernah denger kata2 yang bunyinya begini ndak?

Kesalahan yg paling sering dilakukan
adalah menganggap diri sendiri yang
terbaik, padahal itu adalah kesalahan yang
cukup besar.

Facebook

HATI : Oh gitu, gue baru denger tapi masuk akal juga ya. Dan berakal itu tugasnya elu OTAK.

OTAK : Ya, ya! Itu tugas gue. Gue juga berfikir kenapa ndak kita cobakan untuk bersatu.

HATI: Bersatu ? Bersatu bagaimana maksud lu?

OTAK: hehe, HATI-HATI. Elu sadar ga sih? Kita tuh diciptakan Tuhan sejatinya udah menyatu dalam badan manusia. Cuma kita aja belum bisa nemuin jalan penghubung yang tepat.

HATI : oke, kita coba untuk bersatu ya. Saling melengkapi satu sama lain.

#KemudianHATIdanOTAKberpelukan

Hehehe, gimana ilustrasi percakapan HATI dan OTAK nya? Pasti membingungkan kan? Kan? Kan?

Tidak menarik dan boring.

Yasudahlah. Tapi ijinkan saya untuk melanjutkan tulisan ini.

Jadiiiii, menurut saya kenapa kita sangat susah meminta maaf duluan meski bukan kita yang salah itu karena beberapa hal, diantaranya:

1. Kita merasa diri kita selalu benar.

2. Kita merasa bahwa orang lain yang salah

3. Kita tidak seharusnya meminta maaf tapi kita memberi maaf -Memberi lebih baik daripada menerima-
*eh menerima sama meminta beda ga sih?*

4. Kita tidak paham dengan filosofi ” Memberi lebih baik daripada menerima”

5. Gengsian -Orang lain yang salah kenapa harus kita sih yang minta maaf?-

Nah, jika anda hanya berkutat pada pemikiran kolot semacam itu saja. Berarti anda bukan orang yang mulia. Anda bukan orang yang pandai menguasai hati anda. Yang jelas anda telah dikendalikan syaiton.

Maka, berbesar hatilah. Meminta maaf tak selamanya buruk kok.

Dicoba ya! #sugestiuntukdirisendiri

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s