Pintar Tanpa Bijak, Bahaya bagi Jiwa

Oleh: Katedrarajawen

[Mengapa orang pintar cenderung suka
menyalahkan dan menganggap orang lain
bodoh?
Karena ia selalu menggunakan
standar kepintarannya yang dianggap
lebih dari orang lain.

Ia merasa pendapatnya selalu benar,
kalau ada yang berbeda pendapat itu
artinya pendapat itu salah.

Tak heran
kemudian ia akan menertawakan bahkan
menyerang orang yang berdebat
dengannya.

Apa yang menurutnya baik. Itulah yang
paling baik. Ia lupa dengan kata-kata
bijak ini:

Apa yang menurut kita baik,
belum tentu baik juga buat orang lain.

Itulah sebabnya, orang semakin pintar
yang tidak mau belajar tentang
kerendahan hati akan semakin sulit
menjadi bijak.

Sebab ia sulit menundukkan diri untuk
belajar dari orang lain dan kesalahannya.

Yang ada justru suka memaksakan
kehendak dan sulit mengakui kesalahan.
Orang pintar membuat dunia ini
berkembang pesat dan maju.

Tetapi tidak
sedikit yang membuatnya menjadi tidak
aman dan tidak nyaman untuk ditinggali.

Karena orang pintar tumbuh menjadi
semakin egois dan akhirnya berubah
menjadi licik. Ia akan selalu membela
kepentingan dan memikirkan keuntungan
dirinya.

Tanpa peduli pada kepentingan
dan kerugian yang harus dialami orang
lain.

Menjadi pintar bukanlah dosa, malahan
harus berusaha.

Tetapi menjadi pintar
tanpa menumbuhkembangkan kearifan
dan memberdayakan akal sehat dapat
membahayakan jiwa. Akan membuat ia
kehilangan empati.

Maunya menang
sendiri, arogan, dan suka meremehkan.

Sahabatku,

Begitulah dunia menyesatkan
manusia dengan mengajari tentang
kepintaran.

Akhirnya menjadikan manusia
semakin hari semakin menggabaikan
kebenaran. Menyepelekan ajaran luhur
tentang moral etika.

Yang menyedihkan justru dijadikan bahan
olok-olok dan tertawaan.

Karena
dianggap ketinggalan jaman.
Sahabatku. Namun begitu tidak perlu
takut untuk menjadi pintar.

Tapi juga tidak
perlu malu membina diri untuk menjadi
bijak dan taat pada moral etika.]

Mengutip pesan Sang Guru di Puncak
Kesunyian untuk refleksi mencerahkan
hati.
***********************************

Saya sangat setuju dengan artikel ini. *pake banget*
Dan saya hanya menambahkan sedikit review kutipan berikut :

“Tidak ada yang lebih merusak
dibandingkan anak pintar yang tumbuh
jahat.”
— Tere Liye, novel “Ayahku (bukan) Pembohong”

Demikian.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s