[Berani Cerita #6] Ibuku

Tak perlu waktu lama, Rino akhirnya
sampai di rumah bergaya Jawa kuno
yang cukup besar. Halamannya luas
dengan beberapa pohon beringin.
Tampaknya rumah ini adalah rumah
turun-temurun.
Tok, tok! Rino mengetuk pintu.
Tak lama pintu dibuka. Rino terkejut
melihat sosok yang berada di
hadapannya.
*

Sosok seorang wanita cantik yang 15 tahun mengisi hidupnya. Tapi sudah satu tahun terakhir tak bersamanya lagi. Ya, wanita itu tidak lain Ibunya sendiri.

“Kenapa Rino kesini?”

“Rino kangen Ibu. Rino ingin Ibu pulang. Bapak pasti senang kalau Ibu pulang”

“Tapi…Rino, Ibu ndak bisa pulang sekarang…”

“Tapi kenapa Bu?”

*

Tiba-tiba dari arah ruang tengah ada suara laki-laki Tua setengah berteriak

“SIAPA DI LUAR?”

“Bukan siapa-siapa kok. Cuma tetangga sebelah Ndoro!” Jawab Ibu Rino dengan volume maksimal.

“Sudahlah, Rino sebaiknya kamu pulang Nak! Ibu baik-baik saja disini. Juragan Mingun ndak menyakiti Ibu. Dia baik sama Ibu”

*
Akhirnya Rino pun kembali mengalah pada keadaan. Entah sampai kapan harus merelakan Ibunya menjadi kacung tanpa mendapat bayaran dari Juragan Mingun. Sebagai ganti biaya hutang Bapaknya yang tak bisa dilunasi karena sakit stroke yang menggerogoti sejak 3 tahun lalu.

Iklan

10 thoughts on “[Berani Cerita #6] Ibuku

    1. Hehe terimakasih sudah mampir. Sepertinya saya terllu terobsesi dg gaya penulisan Dee ketika menulis dialog cerita.

  1. Aneh.
    Saya membacanya sambil membayangkan ibu dan anak itu berdialog melalui telepati.
    Tanda kutip berfungsi untuk memberitahu pembaca bahwa ada mulut yang terbuka saat berdialog, bukan hati yang berbicara. Sekaligus untuk membedakannya dengan kalimat narasinya.

    Ide ceritanya menarik. Cuman eksekusi penulisannya saja yang membuat ide menarik itu menjadi aneh.

    1. Terimakasih sebelumnya untuk kunjungannya. Terimakasih atas koreksinya. Itu sangat membangun karena saya butuh banyak belajar unt menulis cerita. Akan coba saya terapkan setelah ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s