Review #2 Novel : Ayahku (Bukan) Pembohong.

image
Cover by google

Berhubung saya ndak bakat buat review dengan segala basa-basinya, dan apalagi mengingat setiap kalimat yg tertuang sebagai pesan moral yg ada di dalamnya, mendingan To The Point aja kali yah?

Jadi begini..

Setelah selesai baca Novel Ayahku bukan
Pembohong-Tere Liye menyisakan mulut
membentuk huruf O dg diameter terbesar
yg blm pernah ada sebelumnya. walau
endingnya terasa biasa saja. Tapi pesan
moral nya luar biasa. Bacalah!!
*Promosi*

Udah pasti pada baca kan yah? Kalau belum mending cari di google udah banyak yang nulis review yang lebih menarik dari ini.

Eh tapi, boleh dong saya menuliskan bagian yang paling saya favoritkan..

Yaitu.

di judul yang ke-27. “TAANI”

Menceritakan flashback dating seorang Dam dan Taani. Hingga menikah dan punya anak dan segudang dendam seorang Dam, Tokoh utama terhadap cerita (bohong) Ayahnya dan pertengkaran kecilnya dengan Taani dan marahnya Dam pada anak-anaknya Zas (8) dan Qon (6). Karena kedua anaknya itu bolos sekolah untuk pergi ke perpustakan hanya untuk mencari kebenaran dari cerita dongeng bohong Kakeknya (Ayah Dam).

Hingga pada bagian Zas dan Qon menuliskan surat permintaan maaf. Lucu dan menggemaskan sekali..

Ini dia kutipannya..

Dear Papa,
Tiga hari ini kami dihukum di sekolah, disuruh menulis “Kami janji tidak akan bolos sekolah lagi” sebanyak sepuluh lembar penuh kertas folio dengan huruf kecil-kecil setiap hari. Tangan Zas seperti kebas, pegal, gemas, padahal baru di halaman delapan. Qon bahkan menangis, meski jumlah halamannya separuh dari Zas. Dia belum pandai menulis, dan Ibu guru galak menyuruhnya mengulang jika tulisannya tidak rapi.

Tetapi hukuman di sekolah tidak ada apa-apanya dibandingkan hukuman yang Papa berikan. Jangan cuekin kami lagi ya, Pa. Tidak mengapa Zas dan Qon disuruh masuk kamar, dilarang main selama seminggu, disuruh mengerjakan tugas-tugas rumah tapi jangan cuekin kami lagi. Qon semalam bahkan bertanya, apakah Papa membencinya? Apakah Qon harus pergi dari rumah? Zas bingung menjawabnya. Lagi pula kalau Qon harus pergi, belum tentu juga ada keluarga yang mau ditampungi ya, Pa. Dia kan paling malas bangun pagi, makan paling banyak, dan paling berisik di rumah.

(masih ada lanjutannya)

Tapi cape juga nulis kutipan tanpa kopi-paste. Pokoknya lucu banget. Tere-Liye bisa nulis dengan bahasa natural anak-anak polos. Dan di akhiri dengan kalimat ” Zas dan Qon, penggemar Papa nomor satu”.

Tertarik?

Masih banyak hal menarik di novel ini. Bang Tere Liye JUARA!!! *jangan bilang-bilang Bang Tere, beliau ndak suka di Puji berlebihan.

Gimana? Setuju dengan saya?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s