[BeraniCerita #7] Si Pendiam Yang Aneh

“Gil. Besok aku mau mampir ke tempat kamu sepulang kerja ya. Kamu di rumah kan?”

“Iya”

“Jadi boleh nih aku main?”

“Boleh.”

*

Sepulang kerja.

“Assalamuallaikum.”

“Waallaikumsalam. Masuk Din.”

“Tambah kurus kamu Gil!”

“Masa?”

“Hmmm. Berasa kaku ya ngobrol sama kamu. Berasa baru kenal sejam yang lalu. Jawabnya singkat-singkat mulu. Gak di SMS, ngomong tatap muka juga gitu.

“…”

“Minimal nanya balik kek. Basa-basi. -Apa kabar Din?- Kamu juga tambah kurus!- Gimana kerjaan kamu?. Gitu!”

“Oh ya, Din. Kamu apa kabar?. Kayaknya tambah kurus?. Gimana kerjaan kamu?”

“Hahahaha. Kamprettt! Nanya aja musti diajarin. Itu Copy-paste kalimatku lagi!!! dasar Zombie!!”

“Makasih Din!”

“Loh? Makasih buat apa?”

“Ya… Udah ngatain aku Zombie!”

“Kamu ngambek?”

“Nggak. Kamu mau mandi dulu apa Aku dulu nih?”

“Kalau Kita mandi bareng aja gimana?”

“Ya udah!”

“Udah apa??.Loh??”

“Kenapa? Takut loe?”
*Sambil berlalu*

BRAAAAKK!

*Ternyata suara pintu yang didobrak hingga roboh*

“Astaghfirullohaladzim. Kenapa Gil?”

“…!”

“Terus mandinya dimana?

“di atas!”

“Ada kamar mandi emang?”

“Ada!”

“Gil. Kamu duluan aja sana mandi”

“…”

*
Selesai mandi.

“Din. Mandi sana!”

“Bentar dulu. Sebenernya sikap kaku dan to the point loe. Itu buat gue salute Gil. Jujur ya, gue pengen bisa jadi loe yang kaku. Yang kayak Zombie. Tapi peduli sama temen. Baik hati. gue berharap bisa selamanya jadi sahabat loe.”

“Jangan bilang loe suka sama gue!” *sambil jungkir balik di kasur*

“Kalau iya gimana?”

“Hiiiiiiiih. Serem loe. Kayak Orochimaru loe!”

“Hahahaha. Sekarang loe yang takut sama gue kan?

“Gak!!”

Dan dengan tiba-tiba menghujamkan pedang ke perut dan darah segar mengalir. Usus pun terburai.

“Matilah kau Din!”

“Tidaaaaak!. Kita ulangi sekali lagi permainan ini. Loe selalu curang menggunakan SASUKE untuk menyerang OROCHIMARU-ku!”

“Akuilah Din. Kau tidak lebih jago dariku dalam game PS Naruto ini.”

Iklan

14 thoughts on “[BeraniCerita #7] Si Pendiam Yang Aneh

      1. Makasih kritikannya. Padahal saya kira definisi pendiam bisa digambarkan dlm dialog. Jd ceritanya saya bikin 99% dialog. Eh salah ya?? Haha

  1. Sebetulnya gpp kalo mau dibuat banyak dialog, tapi cerita di atas memang belom terasa yg satunya itu pendiam. Lebih banyak berlatih aja yaa 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s