Prompt #10 : Shioban-Derella??

image
image credit

Tepat pukul 00.00 jikalau Shioban tak menyadari semenit saja. Beruntung Shioban tak lupa akan pesan Sang Peri yang menyulap sempurna penampilannya bagaikan Ratu sejagad. Sayangnya efek mejik dari Sang Peri hanya bertahan hingga pukul 00.00 teng!

Shioban yang terus berlari menuju parkiran kereta kudanya dengan degup nafas memburu, tersengal-sengal kembang kempis.

“Hah… akhirnya sampai juga Aku. Mana kereta kudaku? Oh… di sana rupanya!” Gumamnya sambil ngos-ngosan.

Setibanya di kereta kuda yang Shioban yakini adalah miliknya, dengan percaya diri dia menginstruksikan kepada dua pengawal Jin yang menjaga keretanya untuk segera jalan.

“Tolong jalan! Aku ingin segera pulang!”

“Kereta kuda hanya untuk para
ratu dan penyihir.”

“Memangnya apa yang akan kamu
lakukan jika aku
menginginkannya?” Kata Shioban
sambil mendelik ke arah jin
penjaga.

Jin penjaga hanya diam dan saling berpandangan heran. * Ya, mereka memang tidak dikendalikan oleh hawa jahat*

“Hey, apa kalian tak mendengarku? Apa kalian tak melihat siapa aku? Penampilanku secantik ini. Apakah kalian tak menyangka aku ini adalah seorang Ratu?”

Masih saling bertatapan dan kompak jin penjaga tertawa terpingkal-pingkal.

“Hah??? Ratu??? Ciyusss?? Miapah?? Buahahahaha”

“Aduuuuh. Jin penjaga, kalian kenapa? Kok jadi jin alay begitu??”

“Buahahaha! Lihatlah siapa dirimu, berkacalah sebelum membicarakan makhluk lain. Yang ada itu kamu yang alay. Penampilan macam apa itu?? Sepatu kaca. Gaun pink. Rambut digelung!”

“Masalah buat kalian? Cepat jalankan kereta kuda ini. Ayolah jin, aku ingin pulang! Aku tak ingin marah pada kalian”

“Yaa, tapi apakah benar kau seorang Ratu?” Tanya salah satu jin penjaga

“Ya tentu saja!” Jawab Shioban dengan percaya diri. Karena tak mungkin kekuatan mejik Sang Peri salah. Selama dia hadir di pesta dansa pun semua mata terpana.

“Hellooo??? Mimpi kali yaaa? Mana ada seorang Ratu, atas memakai gaun nan anggun tapi bawahan memakai celana jeans butut. Gigi behel. Kaca mata kuda! bangun tjoy… udah sing nih!!”

“HUAHAHAHAHA!” Tawa kompak jin penjaga kembali menggelegar memecah sunyi.

Hening.

Shioban terbengong-bengong.

Shioban memang mengingat pesan Sang Peri bahwa efek mejik-nya hanya bertahan hingga pukul 00.00. Tapi dia mungkin lupa bahwa setelah lewat batas waktu yang ditentukan dia akan berubah ke tampilan semula dan kodratnya sebagai seorang laki-laki.

**THE END**

Dipersembahkan untuk MONDAY FLASHFICTION Prompt #10

Posted from WordPress for Android

Iklan

52 thoughts on “Prompt #10 : Shioban-Derella??

    1. terimakasih koreksinya. Memang itu tdk sesuai EYD kali ya?? Klo kata serapan magic diindonesiakan sepertinya jadi “Magis” 😉

    1. Hihihi makasih udah mampir. Harusnya sampai Shioban tak menyadari jadi laki-laki itu udah titik ya gak ada lanjutannya kan? Hihi

  1. maap, ini ma atau mbak ya?
    mau komen dikit aja, sebenernya tanpa ending kalau itu hanya mimpi juga udah bagus kok. dengan twist bahwa Shioban adalah seorang lelaki yang menginginkan jadi putri, itu udah cukup untuk memutar penutup cerita. tapi karena itu hanya mimpi, jadi berasa ada dua kejutan, dan berasa kurang greget aja malahan. imho ya 🙂

    1. Wakakaka. Makasih mbaknya atas masukannya. Kritik yg membangun. Jadi malu, ini mas-mas ingusan *lap ingus* jd yg boleh ikutan MFF cuma mbak2 n mak2 ya? 😦

    2. Sepakat dengan Mbak Is. Cerita ini cukup kok ditutup dengan ending dia kembali jadi laki-laki.
      Btw, udah agak lumayan rapi nih penulisan kamu (panggilnya apa, ya?)
      Keep writing, ya 🙂

      1. Makasih2. Junior aja mas sulung. Hihihi. Saya spontanitas tanpa konsep. Lewat hp ngetiknya pake jempol doang. Terimakasih banyak atas masukan2nya.

    1. Ya spontanitas. Jadi kadang2 bagus kadang2 ancur. *eh seringnya ancur* makasih2, jd memotivasi saya unt terus corat-coret blog 😉

  2. Perhatikan huruf kapital. Yang mustinya huruf kapital, malah huruf kecil. Yang mustinya huruf kecil, dikapitalin 😀 … Trus itu berarti sebenernya Shioban ga nyadar bahwa dia udah berubah ujud lagi kembali ke bentuk asli gitu ya…?

    nice! 🙂

    1. Makasih koreksinya. Penulisan “aku/dia/kamu” pake kapital ndak sih? Masih bingung. Ngikutin prompt nulis aku-nya ndak kapital 😀

      Pura2nya sih gitu ndak sadar Shioban-nya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s