[Berani Cerita #9] Luna

image
(Sumber : santabanta.com)

“Please Lun, gua gak butuh penjelasan loe. Mendingan loe sekarang pergi dari hadapan gue. Kita putus!”

Luna tertunduk lemas. Terngiang-ngiang teriakan Arai. Bahkan pacarnya sendiri tak memberikannya waktu untuk menjelaskannya. Lupakan.

*
Malam minggu, di taman kota.

Arai melihat Luna jalan berdua bersama sosok lelaki yang jauh lebih dewasa. Macho. Keren pula. Dalam hati Arai masih berharap. Tapi Arai terlanjur perih.

**
“Arai…!!” Sapa Luna lirih

Yang disapa buru-buru bergegas bagaikan peri yang telah menyiapkan bubuk penghilang ketika suara Luna menyapa.

**

“Jodi, menurut loe, Luna udah bener-bener lupain gua gak sih? Setelah kemarahan gua kemarin? Gue terlanjur sakit Jo. Dia pengkhianat. Katanya cinta gua sampai mati tapi sekarang apa? Kemaren gua lihat dia jalan sama cowok keren. Macho. Dewasa lagi!”

“Mana gua tahu, tapi gua yakin hati loe lebih tahu segalanya. Loe kan udah bareng ama Luna bertahun-tahun!”

“Tapi Jod. Cinta itu bukan masalah waktu, artis yang nikah puluhan tahun aja bisa cerai!”

“Hehehe. Dasar pecinta gosip loe!”

*

Dari arah lapangan tengah yang tak jauh dari kantin tempat Jodi dan Arai bercengkerama, terlihat kerumunan orang. Berkumpul. Satu dua diantara mereka terlihat panik.

“Rai, ada apaan tuh, ramai banget. Yuk kesana!” Ajak Jodi, sambil menarik tangan Arai.

Betapa shock ekspresi Arai melihat sosok Luna yang terkulai bersimbah darah. Luna terjun dari lantai dua perpustakaan kampus.

Mata Arai yang berkaca-kaca, tiba-tiba tertuju pada lipatan kertas di genggaman tangan mayat Luna. Buru-buru dia ambil. Dia baca. Tangisnya makin menggelegar, setelah membaca pesan terakhir Luna untuknya, terlihat dari tulisan kapital diawal pesan “Teruntuk Arai…”

****

Qoute :
If you judge people, you have no time to love
them. ~Mother Theresa

Posted from WordPress for Android

Iklan

28 thoughts on “[Berani Cerita #9] Luna

    1. Jiahaha. Luna maya masih ada tuh buat mas Reza. Atau jangan2 Reza itu cowok yg di maksud Arai?;) Thankyou ya udah mau mampir πŸ˜‰

    1. Eh ada pak guru. Jadi malu. Thankyou koreksinya. Sangat membantu. Jadi setelah tanda tanya itu kapital ya? Padahal di hp jg otomatis kapital gitu. Tp saya ragu2 *efek ga belajar mendalami bahasa sastra :p* makasih dg “Lumayan” nya πŸ™‚

      1. Tanda kapital, tanda seru, dan tanda titik itu pertanda kalimat telah berakhir. Makanya kalimat setelahnya mesti memakai huruf kapital. Haha, habis lagi ga fokus bacanya. Ntah deh balik lagi bacanya πŸ™‚

      2. Haha. Lebih dari cukup. Saya sgt berterimakasih karena sudah meluangkan waktu mengkoreksi coretan saya pak. Hehe *buru2 edit ulang biar memperkecil kesalahan * πŸ™‚

  1. laki-laki macho itu adalah relasi ayahnya, yang menikmati Luna sebagai alat bayar hutang ayahnya. dan Luna memilih bunuh diri karena frustrasi. *urun ending*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s