[Berani Cerita #09] Luna #2 “Pesan terakhir Luna”

image
(Sumber : http://sanacionatravesdelamor.blogspot.com/2013/03/luna-nueva-11-de-marzo-2013.html?m=1)

Suasana berkabung.
Hari itu Arai menghadiri ritual pemakaman Luna. Rasa bersalah menghujam batin Arai.

Dan ketika Arai sedang sendu, mengusap pusara Luna, ada sosok lelaki yang menghampirinya. Lelaki yang pernah Arai lihat bersama Luna waktu itu.

“Hai, kamu Arai ya? Aku Ruben…” -sambil menyodorkan tangan bermaksud menjabat tangan Arai-

Arai emosi, berlalu, dia abaikan sapaan Ruben.

**

“Ayo sayang, Dania dan Amar sudah merengek minta pulang!” Sesosok ramah menyapa, menghampiri Arai

“Iya sebentar!”

Disamping pusara Luna, Arai melanjutkan lamunannya. Terngiang-ngiang pesan terakhir Luna tujuh tahun silam.
**

“TERUNTUK ARAI”

Tau ga? Malam minggu kemarin, 30 Februari 3013 kakak sepupuku baru pulang dari Adelaide- Australia.
*
Dia ganteng. Baik hati. Aku cerita banyak tentang kamu. Tentang kita.

Tau ga? Aku kasih tahu ke dia kalau seminggu lagi kamu akan berulang tahun.Sepupuku pengen ketemu kamu. Malam minggu kemarin aku diajakin dia jalan. Dia bantu aku milih kado buat kamu.

Tapi sayang, kenapa kamu marah2 sama aku sebelum sempat kuceritakan ini semua? Aku bingung. Gak tau lagi musti gimana. Kamu benci sama aku? Tapi alasannya apa? Cinta kita memang tak akan berujung. Hanya kesalahan. Tapi kita selalu menganggap itu benar. Kalau yang kamu mau aku gak ada selamanya, itu akan aku lakukan.
Terakhir, aku punya satu permintaan buat kamu. -kamu harus menikah dengan Ruben dan jadilah manusia normal.-

Jadilah Ibu yang baik buat anak-anakmu kelak. Lupakan aku. Jaga Ruben baik-baik ya Rai. Aku sayang kamu selamanya.

Luna.

Posted from WordPress for Android

Iklan

20 thoughts on “[Berani Cerita #09] Luna #2 “Pesan terakhir Luna”

  1. haaaaaa???? *mangap sambil tahan napas karena shock*
    canggiiiiih! jadi mereka itu cewek sama cewek? W O W!
    keren ih, cepet banget udah punya 2 ide aja….bagi2 dong..hehehehe 😀

    1. Hihihi jangan sampai pingsan ya. Ga ada yg mau kasih nafas buatan loh. Ini kan cuma fiktif belaka. Makasih loh udah ngikutin ceritanya 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s