[Prompt #11 MFF :Nota] Hujan Sore Ini

image
(Nyomot gambar dari sini http://m.kompasiana.com/post/cermin/2013/01/29/perempuan-hujan/)

Stasiun Gambir, Maret 2013.

Deru gemericik air hujan di luar menghujam tanah semesta, sehingga menciptakan bau khas alam.

Sesekali aku lihat jam di tangan.
Seseorang yang sedari setengah jam lalu aku tunggu, tak kunjung datang. Bahkan jus yang sengaja aku pesan untuknya, telah aku minum habis. Entahlah, padahal cuaca dingin, tapi aku tetap ingin menikmati dinginnya jus buah hingga dua gelas.

*
Aku lihat lagi jam tangan. Sudah hampir pukul lima sore. Tak terasa hampir tiga jam penantianku di Stasiun Gambir ini.

Aku baca ulang pesan terakhir darinya

Maaf ya, Jakarta macet nih. Tunggu sebentar lagi!

Suasana Stasiun hari iniΒ  ramai. Lalu-lalang orang tiada pernah surut. Ya iyalah ini kan fasilitas umum. Gumamku dalam hati.

Sesekali aku pandangi wajah-wajah yang menghiasi stasiun.

Hingga akhirnya, pandanganku tertuju pada penjaga kasir dimana aku memesan jus buah.

Mataku memicing, tak yakin dengan tangkapan fokus lensa mataku. Subhanallah, sosok itu mirip sekali dengan sosok suamiku. Entahlah. Mungkin hanya karena rasa teramat kangenku padanya, jadi berhalusinasi sedahsyat ini.

Tiba-tiba telepon genggamku berbunyi. Nomor asing menghubungiku, tak sempat aku angkat, karena bersamaan dengan itu sosok yang sedari tadi aku tunggu datang. Tak perlu instruksi, rasa kangenku merefleksikan untuk segera menghambur ke peluknya.

“Maaf sayang, aku telat. Tadi ada truk tronton menabrak mobil, jadi macet panjang deh!” Dia bercerita dengan ekspresi muka bersalah. Kemudian dia pamit sebentar ke toilet. Nomor asing yang sama menghubungiku lagi.

“Hallo, selamat sore, dengan Ibu Lesmana?”

“Ya, Saya sendiri.”

“Begini, Bu…”

*

Belum selesai suara di ujung sana menjelaskan maksud menghubungiku, namun tangan ini mendadak gemetar. Mati rasa. Telepon genggam itu jatuh berhamburan menjadi beberapa kepingan.

Masih belum percaya dengan kabar yang baru saja aku terima. Berharap semua itu bohong.

Terbesit dalam hatiku menilik struk pembayaran jus tadi.

Tertera nama Taufiq, persis nama depan suamiku yang baru saja dikabarkan mengalami kecelakaan oleh Kepolisian.

Aku tengok sekali lagi penjaga kasir jus, aku dapati sesosok perempuan, tersenyum ramah padaku, namanya Mira. Mataku berpendar-pendar, nama Mira tertera jelas pada struk pembayaran, kala kulihat untuk kali kedua. Seperti baru dicetak ulang.

Sejuta tanda tanya, menggelayuti otakku. Siapa sosok yang memelukku beberapa menit yang lalu.

image
(Prompt by : Latree Manohara http://katadanrasa.wordpress.com/ )

Posted from WordPress for Android

Iklan

47 thoughts on “[Prompt #11 MFF :Nota] Hujan Sore Ini

  1. Salut buat kamu, junior. Baru dapat prompt langsung jadi cerita.
    Tapi, jangan lupakan tugas terpenting seorang penulis dong. Editing.
    Masih banyak yang salah ketik. Dan juice itu sudah ada padanan katanya dalam bahasa Indonesia yaitu jus. Jadi ga perlu pakai bahasa Inggris dan ditulis miring lagi πŸ™‚
    Dari segi cerita, endingnya ketebak sejak dari orang asing menelepon. hehe

    1. Terimakasih jg buat Pak Guru yg setia mampir ke tulisan saya. Hehe. Ragu2 pas nulis kalimat dg awalan ku- misal kulakukan, kukatakan. Itu di pisah ya?. Apakah sebaiknya dialog telepon asing dihilangkan ya? *edit ulang*

      1. ga, itu ga dipisah. kalau aku disingkat menjadi ku, maka kata sebelum/sesudahnya mesti digabung. mis: tangisku dan kuhampiri.
        kalau masalah dialog telepon itu sih, depend on you brad πŸ™‚

      2. Waduh klo itu ga salah. Jd mna nih yg salah, susah nyari kesalahan saya sendiri. udah terlanjur ku-nya diganti aku. Ceritanya juga udah aku ubah dikit alurnya πŸ˜‰

  2. Salam Mas Juniorr…
    Fiksi yang bagus tetapi saya agak terganggu dengan kata “obrolan singkat terjadi”
    Ingat show dan tell, tunjukan kepada pembaca bagaimana obrolan singkat itu

    1. Makasih mba koreksinya. Tapi saya membertimbangkan kategorinya Flash Fiction Mba. Irit karakter. Thankyou so much πŸ˜‰

  3. Btw, twist-nya sbnernya dpt! Cuma itu udah tersirat di tengah cerita. Kalo di akhir dikit, pasti meledak bgt! But, overallisgud, kok! Mantep dan keren… πŸ˜‰

    1. Hihi terlalu mainstream kali ya mba? Wow bisa sama gitu ide kita. di cerita mba yg judulnya apa mba? dg senanghati saya baca πŸ˜‰

  4. Baca ini jadi ngebayangin si pelayan coffe shopnya. Hehehehe kira2 ikutan berhalusinasi juga gak yah? atau malah nganggep yang pesen itu rada ga waras coz ngobrol sendir.i #analisaGakPenting #Abaikan

    1. Hiks hiks. Sepertinya sudah mbak. Beberapa minit yg lalu πŸ™‚

      Ah saya jg mau komen di ff mbak. Tp blogcepot susah kali ya πŸ˜‰

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s