Prompt #12 : Konde dan Masa Lalu

Aku terkejut saat aku secara tak sengaja
menyenggol sesuatu yang besar dan
menyembul.
Astaga! Konde? Tapi, siapa yang pakai konde
di rumah ini?

Siapa yang menyimpan benda itu di antara tumpukan bajuku? Tumpukan baju-baju baru yang hanya kupakai sekali dua kali ketika ada acara penting.
Penghuni rumah ini hanya aku,  suamiku dan Tinah anak perempuanku yang baru berumur 6 tahun.

Apakah Tinah empunya konde misterius ini? Tapi untuk apa? Lomba? Hari kartini? Sepertinya semua kemungkinan itu salah.  Bukan karena ukuran konde ini terlalu besar, tapi setahuku Tinah pernah bercerita dia terpilih mewakili sekolahnya menjadi finalis lomba dokter kecil. Hari Kartini?  Ini bulan Mei, tentulah sudah lewat.

Seketika tubuhku mendadak lemas.  Efek letih sepulang kerja shift malam ini pun semakin menjadi.  Tulang-tulang di tubuhku seakan terlepas paksa satu per satu.  Sakit.  Air mataku menetes. Aku menangis sejadi-jadinya. Tidak salah lagi,  ini pasti punya Kardi,  suamiku. Kemungkinan yang paling aku takutkan. Kardi kembali ke masa lalunya menjadi sinden. Akankah aku harus mengulang masa-masa pacaran dulu? Semua temanku selalu mengejekku dengan kalimat “Nah, pacarmu Kardi tah?  Kok mbanci gitu?”

Ya Allah, hatiku tersayat-sayat, mataku kini telah sembab membayangkan kemungkinan itu.

image
Konde

Credit

**

Seminggu kemarin.

“Mas,  gosipnya buruh di pabrikku akan mengalami PHK. Pusing aku mas!”

Sing sabar Nduk.  Mas bantu doa ya,  kamu juga berdoa,  nyuwun maring Gusti Allah! Gimana kalau mas mbalik maneh ngamen karo grup keronconge pak Saman? Setuju ra Nduk?”

Nyinden?  Nggak mas. Ini baru kemungkinan, belum tentu aku di PHK kan?”

**

Kuremas konde sialan itu. Hatiku sepertinya telah menjadi remah-remah

***∞∞****
# Yang sabar Dik. Mas bantu doa ya, kamu juga berdoa. Meminta sama Tuhan! Gimana kalau mas kembali lagi mengamen, dengan grup keroncongnya Pak Salman? Setuju tidak Dik?
Posted from WordPress for Android

Iklan

43 thoughts on “Prompt #12 : Konde dan Masa Lalu

  1. Balik nyinden untuk kebaikan berarti? memenuhi tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga. Tapi kebayang berbusana lengkap dengan konde nya itu ya? kagak nahan.

  2. What? Benarkah yang tulis ini Junior?
    Ow… ow… ow… saya masih ingat awal-awal komen di sini. Jadi saya tahu sekali bedanya tulisan kamu yang dulu dengan yang ini.

    Ini kemajuan, Jun 😀
    Kamu ternyata tahan banting ya hahaha… *sini ta banting lagi kamu, Le 😀 *

    1. Huahahaha ngakak jungkir balik baca komenan mbak nurus. *pasang posisi pasrah siap dibanting*. Makasih mbak udah memerhatikan perkembangan saya.MFF n BC andil besar dlm awal saya meniti karier #tsaaah *Terharu* :mrgreen:

    1. Makasih mas ronal. Tadi udah aku jawab di fb ya mas. Begini ”
      nduk- genduk. itu panggilan untuk perempuan
      mas. klo yg manggil ibunya bisa berarti aNak
      (perempuan) klo yg manggil suaminya boleh
      juga artinya Adik(sayang). klo di tempatku gitu
      mas.”

    1. Ehehe. Maksudnya Mbak Tuaffi? Prompt boleh ditaruh di awal di tengah bahkan di akhir kok. Bener ga yg dimaksud ‘masuk-itu’?

      Kalau ‘masuk cerita’ya harus masuk dong. Tp entahlah punya saya ini cuma jadi sampiran atau inti cerita 😉

      1. Oh ya? Terimakasih koreksinya. Tp sebelah mana ya? Bukanya tetep menjadi si “aku” ya?

  3. Apik mas…. tadinya ideku ini tentang “bencong”…setelah mas duluan ya udah deh tak ganti …. 🙂

  4. Mas junior emg kalimat ‘betapa terkejut….’ Itu bikin dikit gak nyaman menurut aku siiihhhh..klo disamakan menggunakan aku keknya bagus 😀 *imo mas* mgkn bs bertanya sama yg lbh tau

    Selebihnya suka ide cerita ini 😉 asli jd bayangin gmana laki2 nyinden..ehh mas junior blm pernah bw ke promptku -_-” *prompt yg manaaaa cobaaa,prompt konde blm bikin* wkwkwkwkwwk

    1. Hihi. Iya mksih atas koreksinya. Hihi udah aku ‘rapihin’. Oh nanti aku coba singgah ya. Klo blogspot aku rada susah komen soalnya gagal mulu. Udah ngetik pjg lebar eh ga ke submit. Sekali lg makasih. 😀

    2. Hujanpelangi.com aku udah sering memantau sebenernya, tp susah untuk ninggalin jejak pas masuk kolom komentarnya. Maaf ya, saya cuma bs lihat via mobile 😉

  5. di promptnya kenapa ada tanda petik tunggal? terus, kalimat selanjutnya, “Betapa terkejut setengah mati ekspresi Minah menemukan sebuah konde.” itu yg ngomong siapa? soalnya kalo dibaca lagi kalimat setelahnya pake pov pertama. di sini yg ngebingungin.
    over all, idenya oke. saya juga pernah lihat (apa nonton ya) lelaki yg nyinden di jalanan..

  6. Sebenarnya waktu ngeliat tantangan prompt kali ini, yang pertama terbersit di kepalaku juga cerita seperti ini. Hehe.
    Aku tunggu dulu beberapa saat, ada ga yang posting ide cerita ini, dan rupanya memang ada 😀
    Yang terpenting bukan ide ceritanya, tapi gimana cara bungkus ide itu.
    Aku suka ama cerita ini, karena dibungkus dengan apik. 🙂

    1. Minta maaf karena ngedahuluin. Makasih mas udah mau singgah. Wow dibungkus apik? Apakah tdk berlebihan? *yg pedes bungkusnya dikaretin dua mas #geje :D*

      1. Hehe, bukan mendahului kok sebenarnya.
        Bukankah ide itu ada banyak banget, tapi banyak juga orang yg punya ide sama. Ya, ibarat lagu, tangga nada kan hanya ada 7. Mau gimanapun kita bikin lagu, tentulah ada yang idenya sama. Lalu, apakah kalau ada beberapa lagu yg tidak disengaja mirip kita bisa bilang itu plagiat? Tentu tidak.

        Makanya, aku bilang, yang terpenting itu bukan idenya. Tapi gimana cara implementasi ide tersebut. Sebut saja implementasi sebagai pembungkusan. Hehe. Cara bungkus itu lah nanti yang akan jadi style kita dalam menulis.

        Btw, promptku ga pake ide yang sama ama cerita ini kok 🙂
        Aku cuma bilang, ketika pertama kali ngelihat gambar Konde di tantangan prompt kali ini, yang terbersit di kepala pertama kali itu “Lelaki yang memakai konde” 🙂
        Ga berlebihan kok saya bilang dibungkus apik.

      2. I see mas. Kadang inspirasi itu bisa kembar ya antara satu dg yang lainnya. Tapi masalah style pasti masing2 punya ciri khas. Terimakasih sekali lg. Senang bs sharing dg Anda. Apalagi saya adl pemula. Lebih dr cukup bs dikomen dan dikrikit saran oleh kalian semua. Itu salah satu yg memotivasi saya 😉

  7. oh itu? maksudnya mungkin terjemahan dari bahasa jawa ke indonesia kali ya mak? atau boleh dihilangkan saja? soalnya setengah2 ya nerjemahinnya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s