#Nguping : ‘Petuah’ Minggu Pagi

Minggu pagi. Sepertinya cerah, terpancar hangat sinar dari celah jendela kamar kost-ku. Kusibak tirai jendela kamar, rupanya benar matahari timur telah memancar dengan gagah.

Seperti biasa kuawali pagi dengan mandi, sarapan pagi dan… berdiam diri saja di kamar. Aku malas pergi. Tepat lima menit sebelum kuputuskan untuk memejamkan mata dan tertidur lagi, dari arah luar,terdengar obrolan tetangga dengan volume suara tinggi. Terdengar tiga jenis suara yang berbeda, satu pria dan dua wanita. Diawali suara tetangga pria membuka obrolan mereka.

“Mbak pada libur kerja ya? Nyantai nih?” Si Pria mengawali basa-basi

“Iya nih. Mas sendiri gak ada lembur?” Wanita 1 menjawabi

“Nggak lah. Cape lembur terus. Kan semalem abis lemburin pacar!  Haha!”

“Oh. Udah punya pacar baru toh? Mana kok ga pernah di ajak main kesini?” Wanita 2 bertanya pada pria itu.

“Haha. Besoklah kalau sudah resmi nikah baru dibawa kesini. Eh Mbak, itu tetangga baru kita kemana?  Kok jarang kelihatan ya, sekarang?”

“Oh yang pendiem itu?  Iya yah aku juga jarang lihat sekarang.” Wanita 1 menimpali

Entahlah siapa tetangga “itu” yang mereka maksud. Sepertinya mereka terlihat sangat akrab dari bahasa obrolan yang kudengar, dari dalam kamar. Tapi aku tak tertarik untuk keluar.

“Kemarin aku sempet bertanya sama dia, pas ketemu di luar. ‘Libur mas? Udah gak kerja katanya,  baru habis kontrak. Aku nanya lagi, mau kemana? Mau main ke tempat kakak di perumahan sebelah. Gitu katanya’ ” Jawab wanita 2 melanjutkan obrolan mereka

“Oh. Mungkin sekarang masih di tempat kakakya kali ya? Tapi emang dasar orangnya gak mau srawung sama kita-kita.  Jarang sosialisasi kan yah? Pernah sekali aku negur dia malem-malem karena dia lupa ngunci gembok gerbang depan. Gak berkata apa-apa dianya. Marah kali ya,  aku negur gitu?” Tutur si pria itu.

Yah mulai bergosip ternyata.  Kataku dalam hati. Tapi aku tak bergeming sedikit pun. Masih tetap anteng dengan posisi tiduran di kamar.

“Iya sih. Aku juga jarang nanya. Tapi baik orangnya. Mungkin karena kamar kita sebelahan kali ya. Pernah dia ngetuk pintu, nenteng cucianku,  ngasih tahu kalau mau hujan gitu!” Terang wanita 1 melanjutkan bergosip.

“Ya tapi kan tetep aja. Kalau kita lagi kumpul kayak gini, dia gak pernah nimbrung.  Namanya kita hidup bertetangga kan harus sosialisasi,  biar enak. Gak ada rasa curiga. Kalau ada apa-apa kan kita juga yang kena!” Si pria semakin semangat menyampaikan argumentasinya menghakimi orang

“Betul. Mau gimana-gimana juga, namanya juga merantau,  saudara yang paling dekat dengan kita ya tetangga.” Wanita 2 tak kalah seru menimpali dengan argumentasi lain.

Dari dalam kamar aku mulai bertanya-tanya, siapa sih tetangga “itu” yang mereka maksud. Tapi aku tetap bersabar, mungkin sedikit lagi, mereka akan memberitahu jawabannya.

“Eh, tapi sepertinya dia orang jawa kan ya?” Si pria bertanya

“Kelihatannya begitu. Kalau dari cara ngomongnya yang medhok gitu. Dialeknya ketara banget. Ciri khas orang jawa!” Wanita 1 menjawab dengan analisanya.

Dalam hati, aku semakin penasaran. Tapi tak ingin berprasangka apapun.

“Namanya siapa sih? ” Si pria kembali bertanya.

“Nama panggilannya Met apa Mat gitu. Oh iya, dulu awal-awal suamiku pernah kenalan, namanya Rahmat.” Jawab wanita 2

***

Dan akhirnya rasa penasaranku terjawab. Sebenarnya sejak dari awal ketika pria itu menyinggung tentang seseorang itu yang lupa menggembok gerbang, kemudian  wanita 1 berkata pernah diketuk pintunya oleh tetangga “itu” ketika akan hujan, aku sudah menebak-nebak. Bahkan 90% kemungkinan tebakanku pasti benar. Hingga pada ending obrolan ketika wanita 2 menyebutkan nama itu.

*

Kumainkan musik player dengan volume maksimal agar mereka tahu ada orang di dalam kamar yang sedari tadi nguping obrolan mereka itu.

*

Kenalkan, Rahmat adalah namaku.

Dipersembahkan untuk tantangan nulis #nguping oleh @Jiaeffendie

Posted from WordPress for Android

Iklan

8 thoughts on “#Nguping : ‘Petuah’ Minggu Pagi

  1. Kayaknya gak sesuai judulnya deh.
    Petuah itu semacam nasehat, pelajaran yang baik.

    Ada memang sisi baiknya saat cerita soal bagaimana seharusnya bertetangga, tapi petuah biasanya gak disampaikan dibelakang orang yang dimaksud. Malah jadinya menggosip 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s