[Berani Cerita #11] Kembalinya Cincin Ibu

“Dari mana kamu dapatkan benda itu Mon?” Tanya Ibu setengah berteriak padaku.

Aku hanya menunduk, sedikit gemetar, dan bertanya-tanya dalam hati, kenapa ibuku?

Aku masih terus menunduk. Dengan terbata aku menceritakan tragedi apa yang baru saja menimpa.

“Terimakasih Mona!” Aku masih bingung. Sedetik sebelum ini ibuku sepertinya marah, sekarang justru terharu. Aku bersyukur karena marahnya sekadar akting.

**

Kemarin pagi. Di teras depan.

“Ibu, kata guruku, acara akhir tahunan besok ada lomba foto keluarga!”

“Iya, Ibu bakalan dateng Mona sayang!”

“Tapi… bagaimana dengan penyakit ibu? Ibu pernah bilang alergi pancaran sinar matahari bukan?”

“Tenanglah. Akan ibu pikirkan solusinya nanti. ”

“Iya bu, tapi aku nggak punya ayah, bukannya keluarga itu harus ada ayah,  ada ibu, dan anak-anaknya!”

Sejurus kemudian ibu memelukku, menangis haru, air matanya menetes, membasahi pundakku. Ibu berkata terbata-bata, saat memberi pengertian padaku, semakin serak. Semakin parau. Ibu menjelaskan kenapa ayah tak berada disini. Sebenarnya ayahku masih hidup, hanya saja…

“Ma-maafkan ibu sayang!” Ibu menutup penjelasannya padaku.

**

Sore ini, ketika aku jalan kaki pulang dari sekolah, aku melihat perempuan seumuran ibuku, sedang merintih kesakitan. Sungguh kasihan, beliau korban tabrak lari. Spontan,  kuhentikan angkot, kuantar beliau ke puskesmas terdekat.

“Terimakasih Dik! Kamu anak yang baik,  ibu punya hadiah buat kamu! ” Sambil menyodorkan celepuk kecil padaku

“Apa ini bu?”

“Bukalah!” Jawab ibu itu singkat

Kubuka celepuk pemberian ibu tadi, pelan-pelan kuintip, ada seberkas sinar terang. Bahkan menyilaukan mataku. Ternyata sebentuk cincin.

“Cin…cin?”

Mau hati menanyakan maksud ibu itu memberikanku cincin sebagai tanda terima kasih. Tapi sosok itu telah lenyap. Hari sudah semakin gelap, aku buru-buru pulang.

Sesampai di rumah, aku terbaring lelah di depan televisi. Ibu mendekatiku, basa-basi menanyakan bagaimana kegiatanku di sekolah. Sampai akhirnya ibu menatap nanar padaku, tepatnya di jari manisku yang tersemat cincin pemberian ibu asing itu. Tatapannya aneh. Seperti ‘kesetanan’ ibu menginterogasi, terlihat seperti akting, namun terasa nyata ibu marah padaku.

**

Aku merenung. Cincin itu adalah sumber energi mesin lorong waktu.

“Kita akan pergi ke masa depan untuk bertemu ayahmu!”

Cincin itu hilang sepuluh tahun yang lalu ketika ada perampok menyatroni rumahku. Tepat satu jam setelah ayah berhasil menjadi objek eksperimen pergi menuju masa depan
image

Begitu penjelasan singkat ibu. Aku berjingkrak senang, dan menghambur ke pelukan ibu.

Gambar diambil dari sini
Posted from WordPress for Android

Iklan

32 thoughts on “[Berani Cerita #11] Kembalinya Cincin Ibu

  1. Idenya oke, Jun. Cuma ada beberapa kejanggalan, nih. sorry ya. 😛
    Kenapa ibu bisa kehilangan cincin? Terus ketika cincin yang sangat penting itu hilang, kenapa dia tidak seperti berusaha menemukannya? Justru ketika cincin itu ditemukan anaknya, dia malah gusar. Kalau tidak mau cincin itu ditemukan, untuk apa dia memberitahukan rahasia cincin itu? Sebenarnya ada apa dan siapa ayahnya sehingga berasal dari masa depan dan si ibu tidak ingin anaknya bertemu dengan si ayah? 🙂

    Terakhir, untuk kalimat “Kita akan bisa bertemu ayahmu ke masa depan!”
    Sepertinya lebih cocok pakai kata depan di pengganti ke. Kalau mau pakai kata depan ke, kalimatnya lebih cocok kalau’ “Kita bisa pergi ke masa depan untuk bertemu ayahmu.” 😉
    IMHO, semangat!

    1. Makasih mas, sudah mau menjadi editor FFku (yang terbaik). Dengan senang hati. Jika tdk keberatan. .Boleh dibaca2 ulang? Baru aku edit ulang nih *kedip2*, mungkin masih ada kejanggalan baru? (Atau makin janggal) 😉

      1. aaakkk….langsung ‘ditodong’.belum kakaaak….hiks.udah bolos BC 2 kali nih.huks…
        eh eh,tp yg 10 kmren manda bikin lho, wlwpun telat dan gak di submit di BC.hihihi…#abaikan

  2. Ide scifi selalu bikin takjub. Soalnya saya ndak bisa hehehe T.T
    Memang semacam ada yg ndak lengkap, sih. Seperti kurang fokus. Tapi idenya menarik. Dan ini bisa dipanjangin jadi cerbung kayanya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s