‘Kambing hitam’

“Seneng deh Kak, setelah sekian lama, kita bisa lihat indahnya pemandangan kota!”

“Iya Dek, jarang-jarang ya kita bisa merasakan momen indah seperti ini!”

“Beruntung kita ya Kak. Berkat Gubernur baru itu. Beliau bisa menemukan kita saat agenda blusukan tempo hari!”

“Betul. Tapi Kakak bingung, mau ditempatkan kemana kita selanjutnya?”

“Entahlah Kak. Yang penting, untuk sementara kita tak dijadikan kambing hitam saat banjir melanda!”

image
Truk sampah:Dinas kebersihan

Sumber gambar dari sini


“Yuk, ikutan QUIZ
MONDAY FLASHFICTION #3 – On The Street”

Iklan

40 thoughts on “‘Kambing hitam’

  1. sampah? πŸ˜€

    keren idenya.. πŸ™‚

    lanjutan percakapan:

    “Aku berharap kita bisa berubah menjadi makhluk baru yang berguna ya Kak?” <<< sampah daur ulang.. πŸ˜†

    1. kasih tahu dong yg rancu bagian yg mana πŸ™‚ barangkali bisa diedit? atau gimana ya mksdnya? πŸ™‚ thankyou mbak nurus πŸ™‚

      1. Sekilas memang agak rancu, tapi semakin dibaca makin paham maksud kalimat pertama dan kedua itu bagi “sampah”.
        Secara keseluruhan sudah oke kok πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s