[Berani Cerita #13] Bejo Jatuh Cinta

image

Bejo terus mengayuh sepeda tuanya hingga seperti tersisa titik nafas penghabisannya. Bulir keringat sebesar biji jagung nampak menggantung di wajah lelahnya. Sekujur tubuhnya kini pun nampak basah keringat.

Aku harus mengantarkannya dan sampai tepat pada waktunya.

Demi satu tekad yang mengisi pembuluh darah di otaknya, Bejo tak ingin melewatkannya sedetikpun seperti kemarin.

Ting-Tong. Bejo memencet bel rumah mewah nan megah itu.

“Permisi, selamat pagi Bu!” Sapa Bejo dengan nafas yang belum teratur.

“Ya. Sebentar!” Suara jawaban menggaung jauh dari dalam.

Pintu dibuka. Bejo siap memasang muka ramah yang sungguh nampak dibuat-buatnya.

“Maaf. Bu Minah ada? Namaku Bejo, mau mengantarkan -kemasan susu kambing murni- pesanannya.”

“Ada siapa Tu…?” Bu Minah mengerjapkan mata sebelum menyadari Bejo yang datang.

” Eh, Bejo, masuk dulu sini. Tumben pagi betul sudah dianter? Ini baru jam 6 pagi, biasanya Ibumu juga nganterin jam 9?” Bu Minah yang baru bangun langsung menghampiri Bejo.

“Iya Bu, nggak apa-apa,sekali-kali biar bisa singgah disini sebentar. Ehhhm, maksudku, biar Ibu bisa ngerasain susu ini masih anget-anget!” Bejo beralasan.

“Kamu duduk dulu, Ibu ambil uangnya sebentar ya,” Bu Minah mempersilakan Bejo duduk.

“Eh, Tum, kamu buatkan kopi buat Bejo iki lo!” Bu Minah mengintrusikan pada sosok yang tadi membukakan Bejo pintu

**
Monggo, Nak Bejo diminum dulu kopinya!” Sambil main kerlingan matanya pada Bejo.

“I-iya Bu!” Terlihat ekspresi Bejo yang canggung dan malu-malu.

Bu Minah, janda beranak satu itu memang masih terlihat muda untuk dipanggil Ibu. Perawakan yang masih terjaga, wajar menggoda setiap lelaki dewasa, tak terkecuali di mata Bejo? Aduhai, lihatlah Bu Minah, dengan kulitnya yang putih, pun halus mulus, juga bokongnya nampak seksi.

“Bejo rajin minum susu ya? Badannya, kekar berisi, eh, nampak segar bugar maksudku!” Bu Minah menggoda.

“Ah Ibu bisa saja. Ibu juga tampak awet muda. Saya suka yang masih (awet) muda.” Bejo menimpali sekenanya sambil menyeringai.

“Iya dong. Berkat rajin minum susu Bejo juga ini!”

**

Setelah menghabiskan kopi dan basa-basi, Bejo pamit pulang. Sial pikirnya, padahal tujuannya mengantarkan pesanan susunya pagi-pagi sama sekali bukan untuk digombali janda beranak satu itu. Sungguh hanya demi apel pagi dan puas memandangi Tumini pembantu baru di rumah Bu Minah tadi.

Besok akan aku pikirkan cara jitu lain lagi.

Deru semangat hati Bejo sambil terus mengayuh sepedanya.

Better three hours too soon than a minute too late – William Shakespeare

Gambar dari sini

Iklan

20 thoughts on “[Berani Cerita #13] Bejo Jatuh Cinta

  1. Kalimat pertama di cerita ini sangat hiperbolis seolah-olah dia mengayuh sepeda lalu mati, menurutku sih harus diperbaiki.
    Dari segi cerita, aku bacanya kok datar aja ya (maaf), mungkin puntiran (twist)-nya kurang membuat pembaca tertohok.

    Tetap semangat ya…..

  2. junior…twist-nya kurang nendang nih… gimana kalau pas bagian Bejo ketemu Tum, ada kalimat tambahan yang menyiratkan kalau si Bejo suka. Jadi pas Bu Minah ngegodain Bejo, pembaca jadi mikir kalo sebenarnya Bejo bukan suka Tum, tapi Bu Minah. Baru deh di akhir kisah, dipuntir lagi.
    Saran aja sih… πŸ™‚

    1. entahlah saya jg blm menangkap makna dan mksd dr qoutes itu. tp klo ngomongin William Shakespeare seperti FF akan dibawa krearah cinta2an #salahfokus

  3. Pertama, saya suka tema yg ini. Lebih rapi keliatannya.
    Kedua, saya kok bingung dengan beberapa kalimat langsung dalam ceritanya (dialog). Seolah berimpit2an.
    Ketiga, saran sih. Menurut saya ga usah ditulis kata (maaf) tsb, sebab bagian tsb ga terlalu vulgar. Sesekali buat ceritamu seksi abis, Junior. Seperti beberapa tulisan Mbak Mel. Toh meskipun ceritanya seksi dan tanpa tedeng aling-aling, tetep banyak yang suka kan? Selama ga menyinggung SARA, it’s ok lah. Hehe πŸ˜‰

    1. Terimakasih Mas Sulung. iya dr kmrn saya mau tanya masalah tata cara menulis ‘dialog beruntun’ tokoh tapi menyapa dua orang lain yang berbeda. ;Kemarin baca yang di tulis mbak isti tp lupa πŸ˜‰ karena bingung saya cuma pisahkan dg (-).

  4. ini udah di edit ya? sejauh ini, bagiku seh kurang di bagian waktu dia ketemu si Tumini itu. malah aku tadinya nggak ngerti yang bukain pintu itu siapa, sampai akhir baca baru ngerti πŸ™‚
    keep writing ya πŸ™‚

  5. Saya nggak nangkep kalau Bejo naksir Tumini. Saya nangkepnya Bejo suka Bu Minah. Gimana kalau pas adegan dibukain pintu Tumini lebih banyak dibuat adegan Bejo flirting atau apalah. Tapi jadi pe er buatmu bikin ending yang lebih dipelintir di belakangnya ya? πŸ˜‰ πŸ˜†

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s