Puisi Sakit Jiwa

Duhai para penyihir yang rajin merapal mantra dibalik bantal-bantal, enyahlah! Sungguh aku hanya ingin terbangun dan menatap indahnya dunia meski terjal.

Duhai penyihir yang sembunyi dibalik bantal, pergilah! Sungguh aku hanya ingin berjuang di tebing terjalnya dunia yang tak kekal.

Duhai penyihir yang masih dan terus merapal mantra-mantra yang kalian hafal, hentikan! Aku tak mau terbaring disini dan menghafal.

Mantramu membuatku sial.

Suaramu merapal mantra-mantra membuatku kesal.

Hentikan!!

Kau tak menghiraukanku, justru dengan ekspresi semakin sebal kau terus merapal.

**

Aku tak sanggup.

Begitu terasa berat untukku beranjak dari bantal

Mukaku kini tampak kumal.

Otakku seperti tak berisi fungsi untuk berakal

Duhai para penyihir yang terus dan masih saja merapal mantra dengan nakal, hentikaaaaaannn!!! Atau kau akan aku buat menyesal.

Aku siap membantaimu dengan brutal!

**

* Terinspirasi saat kepala ini berat hati beranjak dari bantal. (baca : Males-red)

Posted from WordPress for Android

Iklan

6 thoughts on “Puisi Sakit Jiwa

    1. Terimakasih koreksinya. Itu udah pernah saya baca di blog mba tp ga bisa ninggalin komen disana. Gagal mulu. Mau bilang Keren gitu! :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s