Black Hole : Rahasia Perkampungan Salju

image
Dari Facebook

Lima belas tahun yang lalu ketika aku dan adikku sedang bermain petak umpet. Aku yang sembunyi, adikku yang mencari. Aku menemukan sebuah lubang besar di kolong tempat tidur. Lubang hitam dalam berdiameter sebesar buah semangka.

Aku tengok lubang itu, tak berujung, seperti lorong waktu. Aku tak tahu sudah berapa lama lubang itu terbentuk.

“Kakak di mana sih?”Β  Suara adik mencariku. Aku bergeming.

Alih-alih menjauh dari lubang, justru timbul keinginanku untuk masuk ke lubang misterius itu. Well, aku masuk. Dan…AAAAAK! AAAAK! Suara teriakanku bergema. Aku terperosok pada ruang dan waktu, dimana aku? Pemukiman bersalju? Kutub utara?Aku menggigil, nafasku sesak. Hipotermia?Aku pingsan.

Aku terbangun, di mana aku?

Kamu berada di rumah kami. Makhluk kecil seukuran bayi yang tiba-tiba muncul memandangku tajam seperti memberi tahuku. Sekujur tubuhnya lebat bulu, berwarna hijau. Matanya memicing seukuran bola kasti.

Kenapa kau bisa masuk ke lubang ‘Blackhole’ yang kami buat? Makhluk itu memang tak berbahasa lisan. Entahlah. Kenapa pula aku tahu bahasa batinnya.

“Lubang hitam tak berujung di kolong tempat tidurku?” Tanyaku

Ya benar. Saat itu aku sedang melakukan invasi ke rumahmu mencari saudaraku yang hilang. Dan radarku terakhir kali menangkap pancaran sinyal saudaraku di sana.

Aku sengaja menciptakan lubang itu dengan maksud ketika saudaraku menemukannya dia akan segera masuk (bisa pulang).


**
Malam hari sebelum kejadian di pagi itu. Malam Natal yang berselimut salju, aku dan adikku sedang asyik bermain di halaman belakang. Saling melempar bola salju.

“Kakak, cahaya hijau terang di pohon itu apa?” Adikku menunjuk sumber cahaya asing itu.

BUKKK!! Tanpa aba-aba, melempar mengenai benda bercahaya hijau terang itu. Tepat sasaran, benda itu jatuh. Adikku berlari menuju benda itu.

“Boneka Alien Kak? Eh, mirip boneka di film CJ 7 Kak!” Adikku berteriak

“Mungkin hadiah dari Santa!” Aku menjawab asal.

“Ada tombolnya Kak!” KLIK.Adikku menekan tombolnya. Nyala boneka itu redup. Mati.

**

Blackhole itu hanya bisa diciptakannya sekali dalam lima belas tahun. Untuk bertahan hidup di sana, aku terpaksa makan makanan yang makhluk hijau itu berikan. Selama lima belas tahun terakhir aku terus menjalani kehidupan di perkampungan salju Alien berbulu. Besok aku bisa pulang, dengan kondisi tubuhku ditumbuhi bulu berwarna hijau terang dan mengecil seukuran bayi.

image
Prompt #14 MFF

Gambar dari Mbak Kartika

Posted from WordPress for Android

Iklan

48 thoughts on “Black Hole : Rahasia Perkampungan Salju

  1. Twist-nya dapet junior, cumaa… hehe
    Karena prompt kali ini desa berselimut salju, sepertinya pemilihan alien agak kurang tepat. Sebab biasanya alien yg kita tahu kulitnya tipis, kan? Kalau saja pemilihan makhluk yang tinggal di salju adalah yang makhluk yg berbulu lebat, mungkin lebih kena. Banyak lho di cerita mitos Jepang.
    (psst, Mbak Kartika/Mama Nisa itu lagi tinggal di Jepang sekarang soalnya)
    Satu lagi, coba perhatikan lagi pengetikannya. Masih banyak yang typo atau salah ketik πŸ™‚

      1. Wahahaha maaf mungkin tidak semuda seorang Bpk ya? Eh, typo tdk setua itu. Oke Mas Guru udah aku edit sekenanya tuh. Masih ada typo kah? Terimakasih. πŸ˜‰

      2. ehm, saya juga, meskipun sudah emak2, tapi masih muda lho *plak :D. dedek powerranger, ituh kenapa ada dalam kurung lagi, meskipun di luar percakapan sih emang :). selebihnya saya suka, twistnya juga suka πŸ™‚

      3. Sya walau kepala 3 tapi usia kepala 5 *loh

        jadi kapan kita kopdar ? 😦 lost fokus karena cerita udah keren . Mungkin alien dengan bulu tebal itu kan bisa lebih menahan dingin guru muda sulung πŸ™‚

      4. Hihihi Thankyou Mba hana. Tapi ini di tambahin definisi bulu juga setelah dpt komentar dr Pak Guru. Hayok kopdar πŸ˜‰

  2. Ahahahay bisa aja dehhh mak cik nii. Eh ,Aliennya ya? itu bahasa batin si aku yg nerjemahin mak. Thankyou πŸ˜‰

    1. sempet mau kesana jugak. tapi nama tokohnya lupa dan nama makhluk2nya juga lupa. Eniwei benang merahnya agak kesana jugak ya? *Semoga ini bukan plagiarism 😦

  3. Jadi, ceritanya desa yg ada di foto ini dihuni para alien semua? chibi chibi dong. hihihi. ide ceritanya menarik nih. etapi, tubuh si Aku jd mengecil ya? nanti kalo balik lg ke dunianya, bisa balik lagi ga? *kebanyakan nanya* ^_^
    btw, aku ga banyak tau tentang mitos jepang kok, Mas Sulung. *ngumpet* ^_^

    1. Khahahaha. Kok chibi chibi? Betul akunya menyerupai Alien. eh…enggak tahu mbak mungkin si Aku jadi hulk. Wow dijepang suasananya gimana Mbak? ijo apa biru? πŸ˜€

  4. ceritanya keren Jun, tapi ada beberapa pemborosan kata seperti: sembunyi dan mencari bisa diganti petak umpek, lubang blackhole, hole=lubang. πŸ˜€

    btw, template blognya ganti tapi aku lebih suka yg lama,,hiihiihi

  5. masa pencarian template ya?
    jujur sih bingung bacanya… pas baca ada lubang, tubuh mengecil. kepikirnya mau dibawa ke mana ini ceritanya. pas akhirnya… oalah… tapi bener-bener gak kepikiran tuh. tadinya mang dah anggap mirip-mirip kartun EPIC, di mana tokoh utamanya mengecil seperti peri.
    tapi salut… semangat bikin ceritanya… ditunggu twist yang makin twist ya.

    1. Emang film EPIC udaH tayang ya? Gak sekecil itu jugalah. Klo EPIC kan sejenis film Arthur and The Minimoys πŸ™‚

      1. iya. sudah main di sini. kemarin minggu menghabiskan waktu dengan nonton 2 film, salah satunya itu.
        tapi pas mau bikin reviewnya… malah stuck

  6. 1. Paragraf pertama cukup bikin penasaran. Permainannya petak umpet bukan, sih? Kalau iya, mending pakai kata itu, lebih simpel. πŸ™‚

    2. Ide ceritanya menarik. πŸ™‚

    3. Penulisannya masih banyak yang harus dikoreksi, misalnya: dimana (di mana), aku tak bergeming (kalau maksudnya diam saja sih harusnya bergeming doang). πŸ™‚

    4. Diksi udah lumayan keren, sih. πŸ™‚

    5. Twist-nya dapet, meskipun agak enggak logis kayak yang dibilang Pak Guru. πŸ™‚

    Salam.

  7. Wah film klasik ya Jumanji? pernah nonton dulu bgt tp ga ngeh soalnya masih kecil. hehe Terimakasih udah memantau perkembangan saya. jd terharu *Plak

  8. Keren! Twistnya dapat
    Pengunaan kata alih-alih agak keliru. Setelah dicek di kbbi alih2 itu kata penghubung jadi harus menghubungkan dua kalimat yg brrarti tak disangka
    mungkin penggunaan alih 2 menjauh dari lubang itu aku malah mendekat.
    Feel baca ff ini dapat bget.
    semangat

  9. Twistnya keren.
    Ceritanya menarik
    Feelingnya dapat
    Karakter sih aku kuatttt
    Hanya , penggunaan alih2 kurg tepat. Menurut kbbi alih2 itu kata penghubung yg menghubungkan 2 kalimat
    Pada contoh alih2 di atas kurang tepat
    Alih2 menjauh aku malah mendekati lubang itu.
    Yg lain kerrnnnn
    Salam

  10. Ide Pokok’a Sangat Menarik Dan Mengesankan Kloe Bisa Cerita Ini Die Putar Die Bioskop,
    Lain Kalie Jangan Alien Berbulu Hijau. Cerita Ini Memang Baguss Aku Suka Ini

  11. Ah, imajinasimu keren! Aku ga kepikiran sejauh itu untuk mengangkat tema alien dengan hanya melihat sebuah gambar desa bersalju :mrgreen:
    Tapi emang bener seperti yg dikatakan mas Sulung di atas, alien dan salju terlalu jauh kalau mau dipaksakan benang merahnya. Hehe
    Makin lama ide ceritamu makin menggila ya. Jempol!

  12. Ah, udh banyak yg kasi masukan. Aku ongkang2 kaki aja aaaah.
    Imajinasimu kere, Jun. Aku aja ga kepikiran mau dibikin ada alien. Iya, aku pikir ini kyk Narnia, eh ternyata ketemunya alien.
    Telat ya komenanku, huhuhu. Biarin aja ah, yg penting eksis. πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s