[Berani Cerita #15] Cinta (Jangan) Pergi

“Do, Aku tak bisa memberikanmu janji apapun. Tapi kamu harus selalu percaya pada Kehendak Tuhan, jikalau kita memang jodoh. Suatu saat kita akan bertemu lagi!” Pesan terakhir Tania, pada Aldo semenit sebelum akhirnya Tania berlalu menuju pesawat.

Aku akan selalu menunggumu Tania.

Tania pergi ke Singapura untuk mengejar cita-citanya, untuk dua tahun ke depan.

Tapi kini dua tahun telah berlalu, janji tinggalah janji, rasa rindu Aldo pada kekasihnya terlanjur menggebu.

Tania, ini sudah dua tahun yang lalu sejak saat itu. Apakah kau masih mengingatku?

Seminggu sebelum Aldo berharap lebih, dan mimpinya yang terlanjur tinggi, sebuah pesan singkat dari Tania meruntuhkan teguhnya hati yang kadung rindu. Sembiluan. Pilu.

“Do, sepertinya aku belum kepikiran untuk pulang tahun ini, dua tahun ternyata belum mampu memuaskan hasratku mengejar cita-citaku! Mungkin tahun depan aku yakin bisa pulang!”

Namun, tiga tahun kini telah berlalu…

Apa kabarmu Tania?
Lima tahunmu, terasa seperti lima minggu bagiku, terasa sebentar, waktu kulalui tanpamu. Tahukah kamu? Aku masih setia menunggumu Tan! Aku selalu berharap kau masih seperti yang dulu. Aku terus percaya bahwa kau adalah perempuan yang Tuhan pilihkan untuk menjadi jodohku!” Dan ternyata benar, Tuhan telah memilihkan jodoh untukku, untukmu juga. Akhirnya penantianku pun berakhir. Terimakasih Tania

“Do, sepertinya di Singapura aku telah menemukan jalan hidupku, sesungguhnya, sangat berat bagiku untuk melupakan kota kelahiranku, negaraku, tapi aku harus jujur, aku harus rela menanggalkan semua itu. Karena inilah cita-citaku. Inilah kehidupanku yang baru, bagaimanapun nanti, aku harus terus berjuang hidup dengan suami dan anak-anakku di sini!”

Posted from WordPress for Android

Iklan

24 thoughts on “[Berani Cerita #15] Cinta (Jangan) Pergi

    1. Hihihiga ada twist ya 😦 Eh, baru aku titipin. Td bkm aku kasih banner. Aaaaak ajarin dong penjabarannya biar jd bagus *Maafkan aku yg mulai tak lagi konsisten bikin FF karena masalah kerjaan * curhat #abaikan πŸ˜€

  1. kadang2 mencintai itu berarti menunggu meski tidak tau apakah yang ditunggu akan kembali </3 *mendadak curcol*
    Lagian Aldo ngapain ndak nyusul aja? SG kan selemparan kutang doang T.T *alah*

  2. Wah menunggu yang tak kesampaian ya ini heheh..
    Saran saja sih. Hindari penggunaan kata2 yang sama dalam satu paragraf atau kata. Misal kata ganti kamu. Atau sesuatu dengan diftong yg sama.

    Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s