Kurang Seribu

“Mas ada uang pas?” Tanya Bapak pemilik warung

“Duh! Nggak ada!” Jawabku sambil menggaruk kepala yang tak gatal

“Punya dua ribuan?” Tanyanya lagi

“Nggak bawa Pak!”

“Duh, ini harusnya kembali tiga ribu, tapi gak ada receh lagi, ini cuma ada dua ribu Dek!” Bapak pemilik warung menjelaskan

“Ya udah nggak apa-apa Pak! Seadanya aja!” Jawabku sekenanya

Sambil menyodorkan lembaran dua ribuan, “Beneran nggak apa-apa? Bapak minta maaf ya Dek!”

“Ya nggak apa-apa Pak! Terimakasih Pak!” Aku bergegas meninggalkan warung.

Sepeninggal dari warung itu, aku tertarik kala melihat gerobak bertuliskan “JUAL ES BUAH SEGAR.” Berjajar dan berderet berbagai macam buah-buahan itu sungguh menggiurkanku. Buah Apel, pir, mangga, anggur, melon, timun suri, mereka berhasil menggoyahkan imanku.

“Mbak, es buah ya satu. Dibungkus!” Sapaku pada mbak penjual es buah.

“Dibungkus? Berapa Mas?” Tanya si Mbak memastikan.

“Iya dibungkus. Satu saja!” Kuulang kalimatku

Lima menit kemudian, si Mbak selesai dengan racikannya dan menyodorkan bungkusan es buah itu padaku.

“Berapa Mbak?” Tanyaku

Si Mbak menjawab, “Enam ribu!”

Kusodorkan uang sepuluh ribuan.

“Punya seribuan nggak Mas?” Tanya si Mbak penjual.

“Nggak ada,” sambil sibuk memilah lembaran uang di dompetku, “Beneran nih nggak ada Mbak!”

“Bentar ya Mas, mau nukerin uang dulu!” Si Mbak berlalu menuju warung sebelah yang lain. Lima menit berlalu, si Mbak menghampiriku, “Ini kembaliannya!”

“Makasih!” Aku bergegas menyeberangi jalan dan pulang menuju kamar kontrakan.

**

Ada prasangka dan berpuluh tanda tanya menggelayut di otakku. Dua penjual dengan dagangan yang berbeda, hanya lokasi mereka yang sama, akan tetapi memberikan respon yang sama ketika akan memberikan uang kembaliannya padaku. Entahlah. Apakah warung-warung dideretan seberang jalan aspal adalah deretan warung yang selalu kurang seribu? (Sebut saja aku berlebihan terhadap fenomena ini) Tetapi, hey… tahukan kamu? Ini bukan kejadian kali pertamaku mengalami hal ini di warung itu. Sebulan yang lalu kurang lebihnya, aku sungguh mengalami hal yang sama persis. Jadi intinya, malam ini aku cuma iseng saja berbelanja di warung tersebut. Dan… Ya begitulah adanya, mungkinkah hanya kebetulan?

Posted from WordPress for Android

Iklan

7 thoughts on “Kurang Seribu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s