Calo SIM

“Oke. Pokoknya Bapak tinggal ngikutin rule nya saja nanti di kantor, dijamin beres!” Kata sang Calo SIM

“Beneran ya, masalahnya waktuku tak banyak. Ini saja sudah ijin cuti dua hari loh!” Kataku memastikan.

“Tenang Pak! Saya sudah pengalaman. Kemarin tes riding sudah diwakilkan, harusnya kan Bapak sendiri yang praktek. Buktinya ndak ada masalah toh?” Sang Calo meyakinkanku, “Monggo, berangkat ke kantor SAMSAT sekarang!”

Sesampainya di kantor SAMSAT.

“Nah, monggo Bapak ngantri dulu di loket sana. Nanti ada tes, pokoknya itu formalitas doang!” Sang Calo kembali bertuah.

Aku hanya mengangguk. Beruntung aku datang paling pagi. Dapat antrian pertama. Mengisi formulir dan menyerahkan semua persyaratan pembuatan SIM, copy KTP, tes medikal, dan sertifikat tes riding.

*
Konfirmasi panggilan untuk peserta tes pembuatan SIM untuk memasuki ruang tes. Aku bergegas. Sekitar 15 orang mengikuti tes.

Petugas mempersilakan kami duduk dan menjekaskan tata cara menjawab tes, “Selamat pagi,Bapak, Ibu, kulo ajeng njelasaken tata cara menjawab tesnya nggih! Mohon disimak baik-baik. Tesnya gampang. Pokoke mangke Bapak-Ibu sekalian lihat gambar di monitor, terus pilih, itu fenomena berkendara yang benar atau salah menurut Bapak-Ibu, kalau salah pencet tombol merah, benar tombol ijo nggih!”

“Nggih!” Peserta menjawab kompak.

Bapak petugas berkata, “Soal nomer siji, jawabane salah. Pencet merah! Iku tak kasih bonus! Selanjutnya, silakan jawab sendiri sampai soal ke tiga puluh. Gampang kok!”

Lima belas menit berlalu, soal terakhir baru saja selesai muncul di monitor.

“Nah.. Bapak-Ibu sekalian, tesnya selesai. Yakin bener semua ndak?” Celoteh petugas berbasa-basi.

Tap! Layar monitor menampakkan nama-nama peserta tes dan jumlah jawaban yang mereka jawab benar. Kuturut satu-persatu, KASIDIN-16. Itulah nama dan point yang aku peroleh.

“Maaf, Bapak-Ibu, syarat lulus tes minimal point adalah 21. Jadi yang di bawah 21 belum lulus. Silakan coba lagi besok!” Petugas menjelaskan santai.

“APAH? Aku ndak lulus tes dong Pak? Padahal aku udah bayar 500 ribu ke calo. Gimana ini?!!” Aku berteriak kesal.

Seisi ruangan mendadak hening.

Posted from WordPress for Android

Iklan

9 thoughts on “Calo SIM

  1. ahahhahahha
    eh, ini blognya lucu banget deh. bolak-balik main ke mari ga bosenin. apalagi itu ada kail yang ngikut memanjang kalo scroll down. aaaakkkk jun, kamu cowok kan? :p

    1. hihihi akupun bingung *eh. Dulunya tampilan blogku sama persis kaya punya Mbak Latree. Trus tak ganti. Nah sekarang sepertinya haruskah kuganti lagi setelah mendapat komentar ini dr Mbak Isti :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s