[Berani Cerita #17] Masa Lalu

Sepi, itu yang dirasakan Roni siang itu. Mungkin hanya beberapa anak saja yang berseliweran di lorong kelas saat jam ketiga.
“Kesempatan. Mumpung sepi.”
Roni tersenyum sambil bersyukur dalam hati karena sepertinya suasana sedang berpihak padanya. Diambilnya sebuah kursi, lalu membuka sebuah jendela kelas 8-H yang sudah rusak. Kosong. Sudah setahun semenjak kejadian ruang kelas 8-H terbakar secara misterius. Dan kini, kelas itu tak lagi di fungsikan. Roni merenung, teringat masa lalunya di kelas itu.

**

“Sri, kamu kelihatannya sakit ya?” Tanya Roni

“Hmmm, iya, lagi kurang enak badan aja kok.” Sri menjawab dengan ekspresi kuyu

“Ya udah, mending kamu ndak usah ikut olahraga. Nanti aku yang bilang ke Pak Joko. Kamu istirahat aja di kelas.” Roni menyarankan

“Makasih ya Ron, kamu selalu baik sama aku.” Sri memuji Roni.

“Oke. Nanti habis pelajaran selesai, ada yang akan aku katakan padamu Sri, kita makan di kantin bareng ya! ” Roni berkata sambil terbirit menuju lapangan.

“Eh?” Apa maksudnya sih Roni ngomong kayak gitu? Sri berujar dalam hati.

**

“Kebakarannnnn!!!”

Teriakan penjaga sekolah, seketika membuat seisi sekolah panik berhamburan, berkumpul menyaksikan kelas 8-H yang terbakar.

**

“Roni? Ngapain kamu ngintipin aku dari jendela situ?”

“Eh, ndak apa-apa, aku lagi sakit aja. Jadi absen di pelajaran Olahraga Pak Joko!”

“Ah Roni, kamu selalu pandai berbohong dari dulu!”

“Hah? Apa aku punya janji sama kamu trus aku ingkari gitu? Kok kamu anggap aku tukang bohong?”

“Ya.. sepertinya begitu!”

“Apa maksudnya dari ‘sepertinya begitu?’ Sri?”

“Apa kamu bener-bener lupa janjimu padaku Ron? Setahun yang lalu, kamu mengajakku makan bareng di kantin? Juga, ada yang akan kamu sampaikan padaku kan? Apa itu?”

Roni terdiam. Hatinya kini lebih dari mengheningkan cipta.

“Ron? Jawab pertanyaanku Ron! Ayo!”

“Bukanya kamu sudah mati Sri?”

Maukah kamu jadi pacarku Sri?

**

“Hoi, Bro! Disini lo rupanya!” Tiba-tiba Doni menepuk kaki Roni dari belakang.

“Eh?” Roni terkejut

“Lo lagi ngapain? Ngobrol sama hantu ya lo? Ngintipin kelas kosong gitu? Dicariin Pak Joko tuh!” Tanya Doni sekenanya.

“Ng–ngak ngapa-ngapain ko!” Roni gelagapan

Sembari memasang ekspresi setengah linglung, Roni berpindah tatapan antara Doni dan ruang kelas 8-H.

Doni melongo, mendongak keheranan, dengan tingkah laku Roni.

Dari dalam kelas 8-H, Roni melihat sosok Sri yang melambaikan tangan sambil terus mundur teratur.

BLUSH! Sosok Sri menghilang menembus tembok dengan senyuman termanisnya

Posted from WordPress for Android

Iklan

11 thoughts on “[Berani Cerita #17] Masa Lalu

  1. Ndang balio, Sri… Ndang baliooo… *nyanyik*

    Btw, kalo baca percakapan awal itu rasanya saya jadi ikut emosi. Banyak banget tanda pentungnya T_T *ditimpuk*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s