[Berani Cerita #21] Kolak Ramadhan Ibu

“De, hati-hati ya di sana. Jangan sembrono. Lima waktu jangan ditinggal-tinggal!”

“Nggih Bu, inshaallah Deni akan selalu inget pesan Ibu!”

“Yo jangan cuma diingat doang to? Dijalankan. Lima waktu iku penting buat penunjang kariermu juga!”

Teringat percakapan terakhirku dengan Ibuku sesaat sebelum beliau melepas kepergianku merantau ke Jakarta. Padahal baru genap tiga bulan yang lalu aku di Jakarta, tapi rasa kangenku sudah menggebu. Ini bulan Ramadhan pertamaku di perantauan. Sendiri. Tanpa hidangan masakan Ibu saat berbuka dan sahurku. Dan yang paling kurindukan dari semua masakan ibu, adalah hidangan kolak pisang kepok buatan ibu.

Tiba-tiba ponselku berdering.

Ibu memanggil.

“Assalamuallaikum De, gimana kerjaan kamu, lancar?”

“Waallaikumsalam Bu, Alhamdulillah lancar,”

“Kabar baik kan De? Gimana puasa kamu lancar juga to?”

“Iya Bu. Deni baik. Puasa juga alhamdulillah lancar. Tapi Deni kangen banget sama Ibu. Terutama sama kolak pisang buatan Ibu,”

“Syukurlah kalau begitu, kolak pisang ibu kenapa emangnya? Kan disitu juga banyak yang jualan to? Sama aja rasanya…”

” Yah ibu kok ndak tahu sih, jelas beda lah. Kolak pisang ibu tuh kolak pisang terenak di dunia.”

“Haha. Bisa aja kamu le, muji-muji ibu.”

“Ndak berlebihan to? Emang kenyataanya begitu. Deni kangen ibu…” Dengan suara menggantung, tanpa sadar bulir air tiba-tiba menetes dari mataku.

“Iyo De, Ibu juga kangen. Kamu jam berapa to pulang kerjanya? Kamu beneran kangen kolak pisang buatan ibu to? Nanti pulangnya mampir ke tempat Mbakyumu yo, ibu udah nitipin kolak pisang buatan ibu di sana. Masih anget loh! Yo wis le, ibu tunggu yo! Assalamu’allaikum.”

“Wa’allaikumsalam.”

Ah ya? Ibu nitip kolak pisang dari Jawa ke Jakarta? Masih hangat? Aku bisa menangkap maksud tersirat dari ibuku. Sungguh kejutan di bulan penuh berkah, ibuku hadir disini. Datang mengunjungi anaknya yang sedang merindukannya. Terimakasih Tuhan.

image

Gambar dari sini

Iklan

17 thoughts on “[Berani Cerita #21] Kolak Ramadhan Ibu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s