Ramadhan yang terasa biasa…

Mau bilang kalau Ramadhan tahun ini terasa biasa banget tapi takut dikata ga dapet berkah ramadhan tahun ini. ‘Astaghfirullahaladzim’. Tapi
memang terasa biasa.

*
Awal Ramadhan kemarin. Telepon masuk dari seorang… ah ya, sebut saja sahabat dekatku selama kurang lebih sembilan tahun terakhir, bahkan mungkin lebih, terhitung sejak pertama kali aku kenal yaitu kelas satu SMP. Dan sebagai informasi, tiga tahun terakhir kita terpisah jarak dan waktu, aku di Indonesia dia di negeri seberang sana, Malaysia.

“Iya… afwan. Aku udah minta ijin jauh hari sebelum Ramadhan untuk balik ke Indonesia, tapi apalah dayaku, aku hanya karyawan biasa, ijin cuti untuk bisa pulang awal tak disetujui atasanku. ”

===

“Kok diem sih… jauh-jauh di telfon dari sini tapi ndak jadi ngobrol ya percuma dong. Buang-buang pulsa dong. Mahal nih,”

“Eh? Iya sa… Eh, iya maksudku, Selagi masih di situ, nikmatin aja saat-saat terakhir dirimu disitu. Dan semoga besok bisa pulang ke Indonesia dengan selamat ya!”

“Aamiin. Makasih! Udah dulu ya, mau siap-siap berangkat kerja lagi nih, assalamuallaikum.”

“Wa’allaikumsalam. Selamat bekerja. Jaga kesehatanmu selalu.”

&&&

Subhanallah. Tapi aku seketika menjadi takut jika teringat kata-katanya yang ‘bertuah’, “Inget ya. Jangan pernah menyebut sayang sebelum halal. Terlebih lagi, jangan sampai kau memberikan rasa sayangmu padaku melebihi rasa sayang yang kau berikan buat Allah dan RasulNya. AKU TAKUT, karena Allah Sang Maha Penyayang dan Rasul adalah kekasihNya yang jauh lebih pantas di sayang seluruh umat.”

Suasana hatiku seketika hening. Mencoba tegar dan ikhlas dengan keadaan. Semoga ini ATURAN yang terbaik untuk kita yang Allah kehendaki.

*

Satu minggu yang lalu.
Satu pesan kuterima darinya.

“Assalamuallaikum. Doakan ya. Insyaallah selepas -pas- Lebaran tahun ini, aku sudah pulang ke Indonesia. Salam.”
—-
Ini ceritaku, mana ceritamu?

image

Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka Ramadhan Giveaway dipersembahkan oleh Zaira Al ameera, Thamrin City blok E7 No.23 Jakarta Pusat.

Yuk ikutan 😉

Iklan

6 thoughts on “Ramadhan yang terasa biasa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s