Perempuan Pembawa Bunga Kertas

–Versi lain cerita ini bisa kamu buka di sini

Setiap malam jumat terakhir perempuan itu terlihat berkeliling desa kami. Membawa bunga kertas, dan anehnya perempuan itu akan menjatuhkan satu bunga kertas tepat di depan rumah pinggir jalan yang ia lalui.

“Perempuan kurang waras, jangan disapa” kata salah seorang tetangga.

Aku pun hanya berani mengintip dari balik tirai jendela, dan sesungguhnya dia tahu aku melakukan itu saat melewati rumahku.

Malam ini Jumat terakhir di bulan Maret. Aku tafakur di serambi menunggu perempuan itu datang lagi. Rasa penasaran berkecamuk di dada. Entahlah, rencananya malam ini aku akan membuntuti perempuan itu diam-diam.

Setengah jam berlalu, akhirnya dia melintasi rumahku, seperti biasa menjatuhkan sekeping bunga kertas.

Kuperhatikan hingga ia melewati 3 rumah setelah rumahku, niatku sudah bulat, kuikuti rute ia berkeliling dengan melihat kepingan bunga kertas yang ia jatuhkan.

Belok kanan, masuk gang sempit, ke kiri, kanan lagi…

Kemudian buntu…?

Aku gelagapan, karena perempuan itu menatapku tajam, di ujung gang buntu yang kanan kirinya adalah kuburan.

“Mmmaaf…anu”

“Ya ada yang bisa saya bantu anak muda?” Katanya ramah
“Oh…mmaaf, sepertinya saya lupa jalan pulang,per….” Belum selesai kukatakan permisi tiba-tiba saja tanah tempatku berpijak berubah bak dunia digital di film-film sci-fi. Aku seperti berpijak di atas genangan air tapi tak goyah.

“Namamu, Nata bukan?” Kata perempuan itu

Kenapa dia tahu namaku?

“Ya Nata, aku Konan, Guardians yang diutus tuanku untuk menjemputmu, kaulah penerusku, pengguna bunga kertas terakhir”

Aku terdiam tak paham.

“Sudahlah,terlalu panjang jika aku jelaskan sekarang, lebih baik kau kubawa ke Istana tuanku, henohenomoheji, rasen shuriken no jutsu

Seperti merapal mantra, seketika tubuhnya luruh menjadi serpihan bunga kertas beterbangan ke udara seperti menuju ke suatu tempat, begitu juga denganku.

image
Foto oleh Rifky Jampang


Untuk Prompt 42 Monday Flashfiction
Karakter inspirasi lihat video Konan di sini ya

Iklan

17 thoughts on “Perempuan Pembawa Bunga Kertas

      1. Berhubung peraturannya cuma 300 kata sedangkan punya saya sudah 266 kata. Berati ini endingnya πŸ˜‰

  1. Bagus, sayang ga dijelasin tujuannya menjatuhkan bunga kertas keliling desa, smpai ad penerusnya segala,berarti sesuatu yg penting kan?hehe. Diikutin ke project nulis cerpen BFG bumi masa depan aja *eh promosi

    1. Haha iya yah. Tujuannya buat nyari new Guardians tp memang blom tersirat ya mbak. Makasih atas apresiasinya. Kemampuanku blom nyampe untuk ikutan kompetisi sekelas cerpen

  2. emmm… dek Jun.. ceritanya kok ga enak gini? πŸ˜† ndak jelas di awal, ndak jelas juga di akhir. Dan ituuu tanda bacanya -__-” .. Hayoh! Dilihat lagi itu artikelnya Pak Guru Sulung.. *toyor*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s