Dari Hati

“Dew, Nata sakit tuh,” teriak Siti tetangga kelasku yang sekelas dengan Nata
“Emang gua peduli,” kataku ketus
“Ecieee, katanya fans Nata nomor satu,”

Please, Ti, jangan ngeledek. Itu kan dulu, beda dengan sekarang!”

“Alibi lu, eh bukan gara-gara kemarin kita lihat Nata waktu di toko buku jalan bareng Gina kan?”

“Gue, Dewi bersungguh-sungguh gak bakal peduli lagi apalagi nge-fans sama Nata. Titik.”

“Tapi sumpah ya, tadinya gue mau ngasih titipan dari Nata buat lu Dew, tapi…”

“Apa?”

“Tapi… yakin lu ngga mau?”

“Eh?”

“Nih, dia ngasih CD rekaman ini,” Siti mengulurkan tangannya ragu padaku.

Tanpa pikir panjang langsung kurebut CD itu, tak kupedulikan ekspresi kesal Siti.
***
Sepulang sekolah, sebelum aku sempat mengganti seragam, kuambil CD pemberian Nata dan sejurus aku nyalakan musik player-ku.

“Lagu ini, khusus gue persembahkan buat teman baik gue… Dewi,”
Hatiku berdegup seratus kali lebih kencang.
Disusul nada pertama dimainkan, intro lagu yang sangat aku kenal,

Andai engkau tahu…
Bila menjadi aku…
Sejuta rasa di hati,

Demi Tuhan, degup jantungku makin tak karuan.
Apa kau tahu closing dari rekaman itu? Kira-kira saja.

Tentu saja, karena esok adalah hari terakhirku melihat Nata sebelum dia dipindahkan rawat di Singapura.

Di akhir rekaman Nata meminta maaf jika banyak salah, waktunya tak banyak lagi.
—-

Flash Fiction ini ditulis untuk
mengikuti program #FF2in1 dari http://www.nulisbuku.com di Facebook dan Twitter
@nulisbuku

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s