Mantra Ensiklopedia

“Saat seluruh clan tertinggi terbakar amarah, maka seluruh padang rumput di dunia jadi gersang, saat itulah akhir dunia akan datang,” kata Ibu Cacing sambil menutup buku dongeng yang dibacanya,

“Apakah itu nyata Bu?” anak Semut bertanya.

“Tentu saja itu benar, benar-benar terjadi dalam dongeng nak,” Ibu Cacing menjawab bijak

“Tapi seperti apakah sosok clan tertinggi itu Bu?”

“Konon, mereka telah punah jutaan tahun silam Nak, kalau tidak salah nama lain mereka adalah Jerapah,”

Kemudian seisi kelas hening,
“Nah, anak-anak lima menit lagi bel pulang sekolah akan berbunyi, kalian boleh siap-siap dan mari kita berdoa dulu,”

Tingtongggg!

Seisi kelas berhamburan meninggalkan ruang kelas, namun tampak anak Semut dan ketiga temannya berdiam diri seperti merencanakan sesuatu. Mereka adalah Tungau, Kepik, dan Capung.

“Mut, Ayahku pernah bilang, Jerapah itu sebenarnya masih hidup loh,” kata Tungau

“Eh iya, kata kakekku, Jerapah itu bukan hanya ada di dongeng, tapi dia nyata,” Kepik menambahkan

“Kalian serius?” tanya Semut.

“Sebentar, kalian jangan sok tahu deh, eh tapi bener juga, menurut buku ensiklopedia yang kubaca, Jerapah itu memang pernah hidup jutaan tahun silam, disebut clan tertinggi karena mereka adalah satu-satunya clan yang memiliki leher panjang setelah era dinosaurus berakhir, dan…” kata Capung si kutu buku

“Dan apa?” Semut, Kepik, dan Cacing menyergah kompak.

“Dan… mereka sebenarnya masih hidup di belahan dunia lain,”

“Aduh, aku makin tak mengerti arah pembicaraanmu Pung!” Kepik menggaruk pantat yang tak gatal.

“Dan… kalau kalian tak percaya, di buku ensiklopedia ini juga tertulis, mantra pemanggil clan tertinggi”

“Kamu gila Pung! Jangan bertingkah deh, kamu tak ingat cerita dongeng yang dibacakan Ibu Cacing tadi, aku tidak ikutan kalau begitu,” Tungau panik

“Cemen kamu Tung, kita iseng aja, aku yakin mantra di ensiklopedia ini cuma fiktif. Mut, Pik, gimana? Mau kita coba rapal mantranya?” Kata Capung menantang

“Boleh, siapa takut,” Semut dan Kepik antusias, sementara Tungau abai, “Terserah kalian, aku tak tanggung jawab,”

“Baiklah, kalian siap?”

“Siap!”

Kemudian Semut, Kepik, dan Capung kompak merapal mantra.

That night a dream came to Joshua and
Joshua saw animals, like crazy monkeys
And a whole pile of
Hippypotostropasuses

Joshua Giraffe, Joshua, Joshua
Joshua Giraffe, Joshua, Joshua, woo hoo

Credit lirik: http://www.metrolyrics.com/joshua-giraffe-lyrics-raffi.html

“Eh, aduh kok aku jadi merasa suasana kelas kita jadi panas ya?” kata Semut

“Eh, iya seluruh tubuhku jadi gatal,” kata Capung sambil menggaruk heboh seluruh badannya

“Aduh, iya nih aku, aku kenapa?” Kepik yang terakhir bereaksi

“Lihat, tubuh kalian menyala, kalian kenapa? Tidaaaaaaak!” Tungau berteriak sembari lari tunggang langgang meninggalkan kelas setelah melihat ketiga temannya menyerupai sosok Jerapah yang menyala.

Iklan

11 thoughts on “Mantra Ensiklopedia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s