Di Jogja

“Aku tak mengira hal mengerikan itu
terjadi padaku.”
**
Sabtu, 25 Desember 2009.
Aku masih tepekur, sepi dan sendiri di sudut warung nasi goreng pinggiran kota Jogjakarta.
Sejam yang lalu, aku di usir dari asrama temanku,
“Maaf Bre, malam ini akan ada acara Misa, sesuai peraturan asrama, seluruh kamar harus dikosongkan, kamu ngga apa-apa kan? Nanti aku anter kamu ke Alun-alun saja ya, ada acara pasar malam kok.”
“Tapi, aku sendirian di sana?”

“Ya… memang harus begitu, karena aku jadi panitia di sini. Maaf aku ngga bisa nemenin kamu.”
22:30, kulirik jam digital di handphone-ku.
Huft, di luar hujan rintik-rintik menderas. Kuhabiskan sendokan terakhir nasi gorengku, ini piring yang kedua. Demi membuang waktu.

Siapa aku, gembel yang nekat main ke Jogja dengan mengandalkan kenalan di sosial media. Beginilah jadinya. Masih beruntung sepanjang siang hingga sore tadi kenalanku berbaik hati menemaniku hingga akhirnya dia bosan dan mencampakanku.

Kubuka akun facebook-ku, update status: “Aku tersesat di Jogja…”
Semenit, lima menit, tak ada yang teman yang terrtarik berkomentar di statusku.

“Mbak, semuanya jadi berapa? Nasi goreng dua, sama es teh,”

“Tiga puluh ribu, Mas”
Kuangsurkan lembar 50.000 terakhir dari dompetku.
“Ini Mas, kembaliannya.”
“Makasih Mba, ATM dekat sini sebelah mana ya Mbak?”
“Belakang toko sini, belok kiri ada ATM kok Mas,”
“Makasih Mba,”

Ting! Bunyi notifikasi komentar status facebook berbunyi, kuaktifkan kunci tombol, Awan mengomentari status Anda: “Hai, kamu masih di Jogja? Main sini, ke tempatku,”

Angin segar berhembus, lama kami berbalas komentar di sana. Akhirnya kami sepakat kopdar perdana malam itu juga.
23:30, Ah.. mungkin dia hanya bercanda waktu bilang ingin menjemputku dan mengijinkanku bermalam di rumahnya. Sudahlah.
Hujan gerimis kembali turun.
Aku bersandar di pagar gedung BNI. Malam makin sepi, satu-dua pedagang mulai menutup lapaknya. Hujan gerimis menderas, mukaku basah terkena tampias.

Sepersekian detik sebelum handphone-ku sekarat, 1 SMS mendarat: “Hai, kamu di mana? Aku di sebelah gedung BNI, Mio putih.”
Cepat kulirik situasi, mengedarkan pandangan. Ciri itu kutemui, aku mendekati dan memberanikan diri bertanya, “Hai, kamu Awan bukan?”
“Kamu, Bre?”
“Alhamdulillah, makasih ya, kamu repot-repot kesini,”

“Ngga apa-apa. Yuk, langsung pulang aja. Kayaknya kamu kedinginan.”

**
00:01
Motor itu parkir di sebuah warung pecel lele,
“Bre, kamu tahu kan lagunya Shagydog: Sayidan,?”
“Ya, kenapa?”
“Tuh, depan situ jembatan Sayidan itu, maaf ya, aku baru pulang kerja, aku lapar. Kamu mau kan nemenin aku makan sebentar?”
“Ya”
“Kamu mau pesen apa? Nanti aku bayarin deh,”
“Engga, makasih. Aku udah kenyang,”
“Ya sudah, aku pesenin minum aja ya buat kamu,”
Panjang lebar kami mengobrol dan intro berkenalan, hingga aku yakin bahwa Awan adalah orang baik.
“Bre, kok kamu berani banget sih ke Jogja sendirian?”
“Ya, aku dari dulu pengen banget nikmatin suasana malam Jogja.”
“Itu saja?”
“Ya,”
“To the point saja ya, aku nemuin kamu sejujurnya karena punya maksud, emm.. kamu mau ngga nemenin aku malam ini?”
“Maksudnya?”
“Iya, mumpung teman aku ngga ada, mumpung kosan-ku sepi,” Awan mengerling manja.
Tuhan, tolong hamba. Semoga tak ada hal buruk yang bakal menimpa hamba.

Iklan

8 thoughts on “Di Jogja

  1. akhirnya lo nulis juga, Jun setelah lama nggak nulis.
    Somehow ini bagus.. twistnya oke dan menjijikan (ngebayangin dua laki-laki bla bla bla) cuma cara membangun cerita belum apik nih…
    kenapa harus ada adegan dia nginap di asrama temannya? ingat ini ff jadi kilat dan se segala tetek bengek yg ga mendukung cerita kaya temannya di asrama iti dihilanhkan. kenapa nggak dari awal si aku diceritakan betsahabat dengan awan.
    semua dimulai dengan status facebook iseng.
    “pengen banget ke jogja. ada yang bisa nampung nggak yah?”
    sebuah notif terdengar. komen dari awan.
    “main aja. nanti nginap di tempatku.”
    awan adalah teman maya yang aku kenal di fb. persahabatan kami bermula dari komentar bola bla bla bla…
    jadi pas tahu si awan gitu jadi ngeri sendiri..
    sekian dan seperti biasa gue cerewet.
    tulisan kamu makin keren nih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s