Bersinar

Bersinarlah…

Tersenyumlah…

Bebaskan dirimu…

Dan percayalah…
**
Kegelapan menyelimuti hariku. Tak usai. Ini pasti akhir duniaku. “Lepaskannnn aku!” Aku berteriak. Dalam jeruji keparat ini sejak puluhan tahun lalu. Kata orang-orang aku ini gila. Padahal keluargaku yang gila. Dulu, Ibuku yang selalu menyiksaku, saat aku ngompol di kasur Ibu menghadiahiku dengan hukuman, menenggelamkan seluruh kepalaku ke bak mandi hingga aku megap-megap. Sesak. Lain hari, ketika aku tak menghabiskan sarapan, aku dijejali kecoa hidup, rasanya tengik, getir. Aku muntahkan. Tapi ibuku menyuruhku menjilati muntahanku itu.

Hingga pada suatu malam ketika kutemukan pisau di dapur, kuputuskan menggorok leher ibuku. Ibuku terbatuk tanpa suara bersamaan dengan darah mengucur di lehernya yang nyaris putus. Seketika Ibu mati. Aku pingsan.

Entah bagaimana ceritanya, keesokan paginya ketika aku terbangun, aku berada dalam ruangan sempit berjeruji.

“Lepaskan aku! Aku mau pulang!” Setiap hari aku berteriak seperti itu. Namun hingga puluhan tahun tak ada yang peduli dengan teriakkanku.

Anehnya, menjelang tengah malam, seakan disulap, ruangan sempit berjeruji ini sekejap berubah jadi istana. Beraneka makanan dan minuman khas istana pun tersedia. Ajaib. Aku yang jadi Ratunya. Penghuni jeruji lain jadi penonton yang kompak mengelu-elu kan namaku “SIA… SIA… YOU ROCK!”

Akulah Sia, sang Diva, setidaknya jika saja fajar tak pernah ada.


Untuk Prompt Challenge 72: Chandelier-Sia @MONDAY FLASH FICTION.
*Opening: lirik lagu RAISA- BERSINAR.

Iklan

16 thoughts on “Bersinar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s