[#ff250kata] Menunggu Kepulangan Ayah

Lewat tengah malam ketiga Ayah belum juga pulang. Aku khawatir Ayah tak akan pernah pulang lagi. Selamanya.

Aku bertanya pada pintu depan, “Ayah mengetokmu?”

“Tidak.” jawabnya

Pada ilalang di halaman, “Apakah kaki Ayah menginjakmu tiga hari terakhir?” ilalang bergoyang, “Tidak.”

Pada embun, pada rembulan, pada matahari adakah ia melihat ayahku. Embun diam, malas menjawabi tanyaku yang selalu sama setiap hari. Rembulan dan matahari kompak menyembunyikannya dariku.

“Itu rahasia Tuhan, Cuk!” kata mereka.

Lewat tengah malam berikutnya. Aku masih duduk tafakur di ruang depan. Mengobrol dengan meja dan kursi. Mereka yang setia mendengar keluh kesahku.

“Sabar Cuk! Berdoa, semoga ayahmu cepat pulang,” kata meja.

“Iya berdoa sama Tuhan, percaya Tuhan kan?” sambung kursi.

Entahlah, ayahku tak pernah mengajarkanku cara beribadah. Siapa tuhan?”

Tuhan bisa dibeli pake uang Cuk. Jika kita punya banyak uang, orang-orang akan bertuhan pada kita!Β  Petuah Ayah menggema di otakku.

Penting baginya adalah bekerja agar dapat banyak uang. Berangkat lewat tengah malam, pulang pagi, ayahku selalu pulang memanggul berkarung-karung uang.

Aku larut dalam lamunan. Waktu berputar, memainkan kejadian malam sebelum Ayah pergi.

Satu jam, dua jam, tiga jam berlalu, belum ada tanda kepulangan Ayah. Rasa kantuk dahsyat menyambar mataku tiba-tiba, efek lupa tidur siang. Hanya ditemani nyala api lilin aku paksakan menunggu Ayah. Hingga tubuhku goyah dan terkena panas nyala api lilin.

“Lilin sialan! Mau bakar aku ya?”

“Ti-tidak, sungguh!”

“Panas bangsat!”

Lilin terisak hingga air matanya memadamkan nyala api.

Aku gusar. Teringat pesan Ayah sebelum bekerja, “Jaga lilin ini agar tetap menyala, Cuk!”

Untuk project terselubung #TIMRIGA
Baca juga
Punya Mbak Orin

Punya Maya Indah

Punya Dita

Punya Ajen

Punya Bang Rifky Jampang

Punya Mom Choco

Punya Coach Riga

Iklan

20 thoughts on “[#ff250kata] Menunggu Kepulangan Ayah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s