Mencari Bapak

Dengan ending yang diperbaharui

Sudah dua puluh tiga tahun Bapak tak juga pulang. Entah di mana kini Bapak berada. Aku hanya mengenal wajah Bapak dari album kenangan ibuku. Dari cerita Uwak, Bibi, Paman, juga para tetangga. Bapak orang baik, bertanggung jawab, dan sayang keluarga. Tapi tidak di mata Ibu. Bapak itu pendusta yang tetap ia cinta. Menjadikan Ibu sebagai istri kedua adalah kebohongan terbesarnya. Bapak selalu mengaku bujang lajang setiap kali Bapak ngapel ke rumah Ibu. Bodohnya, Ibu selalu percaya. Begitu lihainya Bapak mengambil hati Kakek, Nenek. Bapak selalu membawakan ayam goreng kesukaan mereka. Bapak pegawai negeri dengan tampilan necis, rambut klimis, punya senyum manis. Hingga pada hari akad nikahnya, tragedi itu terjadi, kebenaran terungkap. Ibu dilabrak perempuan paruh baya-yang mengaku istri pertama Bapak-apalah daya, nasi sudah menjadi bubur, janji suci telah terikrar. Penghulu dan saksi menyatakan SAH.

Malam pertamanya Ibu hanya bisa terisak. Pedih hati tak terkira. Tapi Bapak tetap teguh pada janjinya, mau tak mau Ibu harus ikhlas jadi istri keduanya.

Setahun berlalu, Bapak tak pernah bohong. Kehadiranku di tengah keluarga adalah bukti cintanya.
Tapi seminggu kemudian, sesaat sebelum aku di-aqiqah-kan Bapak menghilang. Meninggalkan sebuah nama untukku: Agama Yang Baik.

“Bu, Agam ingin ketemu Bapak!”
“Buat apa?”
“Agam ingin tahu kenapa Bapak tak pernah pulang?”
“Tak ada yang tahu di mana jejak bapakmu, Nak!”
“Lewat nama, foto, Agam bisa mencari Bapak, Bu! Percayalah!”
**
Kupinjam satu-satunya foto hitam putih Bapak dari Ibu untuk di scan.
“Bu, Agam sudah siap mencari Bapak.”
“Semoga berhasil, Nak!”
**
DI INDONESIA.

SUPARDIANTARA. Ada 100.000 nama yang sama dengan Bapak, 78.879 tinggal di Pulau Jawa, 21.121 tersebar di luar jawa, sisanya di luar Indonesia.

Jika kutekuni satu-satu, pasti akan sangat melelahkan. Dengan mencocokan foto, akurasinya bisa mendekati seratus persen.

Tap… kuunggah foto Bapak. Loading 1%…

Loading 14%…

Aku menyumpah pada sambungan internet hari ini yang sangat lambat.

Loading 36%…

Sekian lama aku menunggu… lagu Rhoma Irama mengalun merdu di earphone-ku.

Loading 78%…

Lama sekali aku menunggu…

Loading 98% …

Pada siapa aku mengadu…

Loading 99%…

LOADING ERROR. Tulisan dengan font berwarna merah itu menyulut amarahku. Kugebrak meja. Bola mataku panas, beriring dengan bulir air menetes.


Untuk meramaikan Prompt 86 @mondayFF

Iklan

11 thoughts on “Mencari Bapak

  1. Kisah yang menyentuh, Jun. Andai nggak pakai tema, pasti ini cerita yang abang pilih. Ceritanya keren, tapi ujung kisah kurang greget. Sejak awal ceritanya sudah mendayu memancing pilu. Puntiran ‘kuota habis’ seakan ‘membantai’ kesyahduan sebelumnya. 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s