Balada Maul Yang Merindukan Bapak

Maul kangen Bapak. Dulu, Bapak selalu pulang dua kali dalam setahun dari rantau. Menepati janji bertemu denganku. Pertama, saat Hari Raya. Kedua, saat ulang tahunku. Melakukan ritual rutin, bergandengan tangan ke makam Ibu. Berdoa bersama, semoga Ibu bahagia di surga. Bulan April kemarin, Bapak terdengar sangat bahagia. Lewat telepon, Bapak berapi-api, bercerita rencana ingin menikah lagi. Aku pun bahagia, punya Ibu baru, pikirku. Aku restu. Juni, Bapak akhirnya menikah di Jakarta. Aku tak hadir, karena sedang ujian umum. Kukirim ucapan selamat di hari bahagia Bapak.
**
“Bapak, apa kabar? Kapan pulang? Maul ingin lihat istri baru Bapak. Ibu baru…”
“Bapakmu baik. Maaf ya, dia sedang sibuk.” Suara perempuan di ujung sana terdengar ketus. Sambungan itu terputus. Selepas itu, hingga kini nomor Bapak semakin susah kuhubungi.
Kudoakan semoga bapak sehat selalu. Bahagia. Maul kini sering melamun karena kangen Bapak. Dalam jeda lamunan itu, telepon berdering, “Bapak?”

“Maul, ini Bapak, Maul apa kabar? Selamat puasa ya. ”
“Baik, selamat berpuasa juga. Bapak bagaimana?”
“Baik, lebaran besok, Bapak pulang.”
“Alhamdulillah, janji ya!”
“Ya, janji. Kamu sehat terus ya, Nak!”
“Ya, Bapak ju…”
Klik. Tut. Tut.
**
Takbir berkumandang selepas magrib, tanda esok lebaran datang. Puasa tahun ini terasa cepat, atau karena aku saja yang bersemangat? Bahagia karena esok bisa bertemu bapak. Tak sabar menunggu, kutelepon nomor Bapak.
“Kapan, Bapak pulang?”
“Maaf, Nak… Bapak belum bisa pulang…”

“Kenapa?”

“Istri Bapak sakit,” kata Bapak akhirnya, setelah jeda.
“Maul kangen sama Bapak”

“Bapak juga ka…”
Klik. Tut tut tut.
**
Telepon terputus, tanpa sempat kuucapkan “Selamat Hari Raya.” Seketika badanku lemas. Jantungku berdebar tak tentu.Napasku sesak. Persendianku serasa luruh, entah ke mana. Aku terduduk meringkuk. Tak sanggup melewati lebaran pertama kali sendirian, sekaligus merayakan ulang tahunku yang ke empat belas, tanpa Bapak.

****
Untuk Prompt #91 @mondayFF

Iklan

3 thoughts on “Balada Maul Yang Merindukan Bapak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s