Kategori
STORY

Tak Ada Lagi

Tak ada lagi inspirasi untuk kurangkai
kata2 indah yang kau sebut puisi
Tak ada lagi hal yang perlu ku tulisi untuk memenuhi buku diary
Hanya bernafas dan menjejaki
jalan yang Allah Ridhoi
mencari arti dari
hidup yg hakiki
Dan selalu ingat bahwa
tujuan hidup sesungguhnya adalah mati.

Facebook.

Kategori
quotes review Uncategorized

TIGA HAL

Tiga hal atau tiga kata kunci yang bisa membuat diriku murka (marah maksimal, boring maksimal, jenuh maksimal)  adalah:

1. Dikatakan bodoh, tolol, bego, oon, stupid dan semacamnya. Entahlah. Tak bisa kujabarkan alasannya tapi itu adalah kata dasar yang terlalu kasar. Lebih kasar atau sama dengan dikatakan anjing, babi, bangke, dan sejenisnya. Bukan cuma dikatai langsung, tapi mendengar orang lain mengatakan kepada lawan bicaranya seperti itu juga membuatku murka. Intinya sangat tidak suka mendengar kata itu terucap.

2. Tidak suka gaya menye-menye menirukan sikap gerak-gerik ‘negatif’ yang tak sengaja aku refleksikan. Tanpa harus menjelaskan apa alasannya.

3. Sangat tidak menyukai point pertama dan kedua. Kalau yang ketiga sebenarnya, atau aku yakin ini berlaku untuk umum. Aku tidak suka menjadikan orang tua sebagai bahan bercandaan. Walau hanya sekadar menyebut namanya saja. Camkan itu! Tanpa ada alasan point ke tiga ini sudah sangat jelas. Jangan tanya kenapa. Sengaja hanya menulis tiga hal/ kata kunci yang bisa membuat aku sangat marah, bukan berarti hanya terbatas pada tiga hal itu. Karena tak menutup kemungkinan akan bertambah menjadi empat, lima dan terus bertambah. Sekian. Abaikan catatan ndak penting ini. Tapi tetap waspada!!

Mulutmu harimau-mu

Posted from WordPress for Android

Kategori
Uncategorized

Hello world!

Welcome to WordPress.com. Yang terjemahan dalam bahasa Indonesianya Salam Olahraga ­čśÇ
Untuk kesekian kalinya saya mencoba peruntungan dengan berkecimpung di dunia blogger. *halah*
Berharap mendapat respon positif dari seluruh dunia bahwa saya ada disini untuk menghibur kalian. *hai, yang ada disini jangan bikin keki bikin suasana hepih hiiii*

Tentang isi blog saya ini nanti saya pun bingung! jangan tanyakan mengapa karena ku pun tahu.. aku pun tak ingin bila kau pergi tinggalkan aku.. *haisssh*

Ya sudahlah. Salam kenal semuanya! Saya blogger ingusan. Salam hangat2 tahi ayam yah!*#eh*

Sekian dan salam Olahraga! *nenteng sendal*

Kategori
STORY

Percakapan “PENSIL DAN PENGHAPUS”

Saya menemukan kisah percakapan antara si pensil dan si penghapus sungguh inspiratif. ┬╗Pensil : Maafkan aku. ┬╗Penghapus : Maafkan untuk apa? Kamu tidak melakukan kesalahan apa-apa. ┬╗Pensil: Aku minta maaf karena telah membuatmu terluka. Setiap kali aku melakukan kesalahan, kamu selalu berada di sana untuk menghapusnya. Namun setiap kali kamu membuat kesalahanku lenyap, kamu kehilangan sebagian dari dirimu. Kamu akan menjadi semakin kecil dan kecil setiap saat. : ┬╗Penghapus : Hal itu benar. Namun aku sama sekali tidak merasa keberatan. Kau lihat, aku memang tercipta untuk melakukan hal itu. Diriku tercipta untuk selalu membantumu setiap saat kau melakukan kesalahan. Walaupun suatu hari, aku tahu bahwa aku akan pergi dan kau akan menggantikan diriku dengan yang baru. Aku sungguh bahagia dengan perananku. Jadi tolonglah, kau tak perlu khawatir. Aku tidak suka melihat dirimu bersedih Orang tua kita layaknya si penghapus sedangkan kita layaknya si pensil. Mereka (Orang tua) selalu ada untuk anak-anak mereka, memperbaiki kesalahan anak-anaknya. Terkadang, seiring berjalannya waktu… Mereka akan terluka dan akan menjadi semakin kecil (Dalam hal ini, maksudnya bertambah tua dan akhirnya meninggal). Walaupun anak-anak mereka akhirnya akan menemukan seseorang yang baru (Suami atau Istri), Namun orang tua akan selalu tetap merasa bahagia atas apa yang mereka lakukan terhadap anak-anaknya dan akan selalu merasa tidak suka bila melihat buah hati tercinta mereka merasa khawatir ataupun sedih. “Hingga saat ini, saya masih selalu menjadi si pensil..Dan hal itu sangat menyakitkan diri saya untuk melihat si penghapus atau orang tua saya semakin bertambah “kecil” dan “kecil” seiring berjalannya waktu. Dan saya tahu bahwa kelak suatu hari, yang tertinggal hanyalah “serutan” si penghapus dan segala kenangan yang pernah saya lalui dan miliki bersama mereka…” Kisah ini saya dedikasikan secara khusus kepada orang tua saya dan seluruh orang tua kalian. PARENTS are The Most in LIFE