#FFKamis – Perempuan Itu Bernama Kayem

​ 

Sebagai anak sulung, menikahlah satu-satunya cara Kayem meringankan beban orangtuanya. Membantu kelangsungan hidup keluarganya. Benar, Kayem dinikahi Tejo,  pemilik berpetak-petak ladang di kampungnya. Demikian, Kayem mempekerjakan adiknya di ladang suaminya. Dapat upah, juga bonus hasil ladangnya. Setahun kemudian, lahirlah  Syukron, anak pertamanya. Sempurnanya kebahagiaannya. Sayangnya, Tuhan menguji ketentraman hidupnya, Tejo berahi, minta istri lagi. Kayem tak sudi, perceraian terjadi. Kayem memutuskan membesarkan Syukron sendiri. Tuhan menguji Kayem sekali lagi: seminggu demam tinggi, Syukron mati. Kayem tak patah hati, sebulan kehilangan anak dan suami, Dulah datang padanya bermaksud memperistri. Kayem mesam-mesem. Kayem tak habis pikir, keberuntungan apakah yang membuat Dulah kesengsem.

#FFKamis – Malam di hari Ulang Tahunku

Gambar: fb.com/LiliaAlvaradoPhotography

[***]
Setahun lalu, Bapak meninggal tepat usiaku 24. Setahun pula kupegang toko baju peninggalannya, di kota K.  Tak besar. Tak kecil. Biasa. Tak ramai. Dikatakan sepi juga tidak. Dua manekin menghiasi pojok kanan-kiri toko.

Aku menerima warisan toko Bapak karena memang akulah anak tunggal, dan pengangguran. Tak ada bakat dagang. Hanya  berteman dua manekin dengan  tampang kusam. Meski bosan, rasanya tak mungkin kubisa menggaji orang.

 “Kalian tak bosan di toko? Aku bosan,” racauku pada manekin malam itu.

Ajaib, manekin tersenyum. Bergerak. Mengulurkan tangan. “Selamat ulang tahun…” Suaranya menggema.”Jangan bosan dengan kami,” Mendadak tubuhku kaku. Samar kuingat, benar itu malam ulang tahunku. 

[***]

“Happy 4th Birthday Monday Flash Fiction”